Tampilkan postingan dengan label cerita motivasi seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita motivasi seru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Januari 2010

parable of the pencil

the pencil maker took the pencil aside, just before putting him into the box. there are 5 things you need to know, he told the pencil, before i send you out into the world. always remember them and never forget, and you will become the best pencil you can be.

one: you will be able to do many great things, but only if you allow yourself to be held in someone's hand.

two: you will experience a painful sharpening from time to time, but you'll need it to become a better pencil.

three: you will be able to correct mistakes you will make.

four: the most important part of you will always be what's inside.

and five: on every surface you are used on, you must leave your mark. no matter what the condition, you must continue to write.

the pencil understood and promised to remember, and went into the box with purpose in its heart.

now replacing the place of the pencil with you; always remember them and never forget, and you will become the best person you can be.

one: you will be able to do many great things, but only if you allow yourself to be held in God's hand. and allow other human beings to access you for the many gifts you possess.

two: you will experience a painful sharpening from time to time, by going through various problems, but you'll need it to become a stronger person.

three: you will be able to correct mistakes you might make or grow through them.

four: the most important part of you will always be what's on the inside.

and five: On every surface you walk, you must leave your mark. no matter what the situation, you must continue to serve God in everything.

by understanding and remembering, let us proceed with our life on this earth having a meaningful purpose in our heart and a relationship with God daily.

Senin, 05 Oktober 2009

kisah seekor kupukupu

di sebuah kota kecil yang tenang & indah, ada sepasang pria & wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. setiap orang yang bertemu dengan mereka tdk bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum & doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain. namun pd suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tdk sadarkan diri di rumah sakit. siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang & dengan tiada henti memanggil2 kekasih yg tdk sadar sedikitpun.

malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut & tak lupa berdoa kepada Tuhan agar
kekasihnya selamat. air matanya sendiri hampir kering krn menangis sepanjang hari. seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur spt dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi & lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan & akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia & teguh itu, lalu ia memutuskan memberikan kpd wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya "apakah kamu benar2 bersedia menggunakan nyawamu sendiri utk menukarnya?" .

si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab "ya".

Tuhan berkata "baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali,
namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupukupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

si wanita terharu setelah mendengarnya & dengan jawaban yg pasti menjawab "saya bersedia!".

hari telah terang. si wanita telah mjd seekor kupukupu yg indah. ia mohon diri
pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. hasilnya, lelaki itu benarbenar
telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorg dokter. namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

dengan disekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. namun ia sama sekali tidak bahagia.
ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yg
tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.

sang lelaki sepanjang hari tidak makan & istirahat terus mencari. ia begitu
rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yg telah berubah mjd kupu2 bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya ?

hanya saja ia tdk bisa berteriak, tdk bisa memeluk. ia hanya bisa memandangnya secara diamdiam. musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. kupukupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang lelaki. ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil lembut mencium keningnya.

namun tubuhnya yang kecil & lemah benar2 tdk boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupukupu itu sendiri &

mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh
dengan membawa harapan. dalam sekejap telah tiba musim semi yg kedua, sang kupukupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya.

namun di samping bayangan yg tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. dalam sekilas itu sang kupukupu nyaris jatuh dari angkasa. ia benarbenar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. lebih tidak percaya lagi dengan omongan yg di bicarakan banyak orang. orangorang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu.

bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka & tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia spt dulu kala. sang kupukupu sangat sedih. beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit,menghantar matahari senja di pesisir pantai.

segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tdk dpt berbuat apa2. musim panas tahun ini sgt panjang, sang kupukupu setiap hari terbang rendah dgn tersiksa & ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. bisikan suara antara ia dengan wanita itu,ia & suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu2 telah terbang berlalu.

bunga bersemi & layu
bunga layu & bersemi lagi
bagi seekor kupukupu waktu seolaholah hanya menandakan semua ini.


musim panas pada tahun ketiga, sang kupukupu sudah tidak sering lagi pergi
mengunjungi kekasihnya sendiri. sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri.

sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu2 yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

tiga tahun perjanjian Tuhan dgn sang kupu2 sudah akan segera berakhir & pd saat hari yg terakhir, kekasih si kupukupu melaksanakan pernikahan dgn wanita itu. dalam kapel kecil telah dipenuhi orangorang. sang kupukupu secara diamdiam masuk ke dalam & hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. ia mendengarkan sang kekasih yg berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!". ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dgn mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu2.

dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?".

sang kupu2 mengeringkan air matanya "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan "Besok kamu
sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri".

sang kupu2 menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu2 seumur hidup".


ada beberapa kehilangan merupakan takdir
ada beberapa pertemuan adalah yang tidak akan berakhir selamanya
mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, namun memiliki seseorang maka harus baikbaik mencintainya..............
MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA..

Kamis, 22 Januari 2009

berhentilah menjadi gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan murid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."

kisah air dan besi

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya : "Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak" Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : "Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang" Besi dan air pun mulai berlomba : Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.


Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"

Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri. Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat)