Tampilkan postingan dengan label pelangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelangi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juni 2010

another rainbow ^^

kenapa tahun ini hidupmu begitu kacau ?

sebuah pertanyaan yang diajukan oleh temanteman dekat bie. bie lagi belajar untuk mencari tahu... mereka pun mulai merekareka. pelangikah ? ehmm.. i dont think so ^^

bie tetap menyukai pelangi... pelangi yang benarbenar pelangi. bukan pelangi yang bukan pelangi...

bie tetap suka lagu pelangipelangi alangkah indahmu
bie tetap suka lagu somewhere over the rainbow
bie tetap suka dengan lagu hujan pelangi
bie tetap menyukai setiap hal yang berkaitan dengan pelangi dan bukan yang bukan pelangi

kekacauan tahun ini bukan karena pelangi, tapi karena bie salah melangkah. blame me.. ndak ada yang bisa disalahkan, karena bie harus bertanggungjawab atas hidup bie sendiri.

centermu saat ini adalah dirimu sendiri, bie !


belajar terus belajar... focus pada tujuan dan bukan kegagalan yang sempat menunda keberhasilan bie ^^

ini bie dengan semangat bie yang baru mencari dan dicari oleh warna lain dari pelangi ^^

Sabtu, 10 April 2010

ini cinta gila !

seminggu ini bie dengan sengaja menenggelamkan diri. ehmm.. hari ini bie melangkahkan kaki ampe ke karawaci. heiks???? iyooo... bie naek busway ke kalideres, trus dari situ bie naek angkot ampe ndak tau kemana. trus bie kelilingkeliling daerah tangerang. trus pas sore bie binun. weiks ???iyooo... bie binun caranya kembali ke jakarta dengan cepat. hahaha... bie ko jadi linglung ?

efek dari pertanyaan mamie kemaren ne kyana. ehhmm.. bie ndak yakin mamie kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. siapakah pelangi ?

wew.. mie, cinta bie pada pelangi adalah cinta gila. bie tergilagila pada pelangi...
ooppss... bie suka pelangi dan pelangi! maksudnya? hahaha... bie jadi binun menjelaskannya...

ok.. akan bie jelaskan perihal lukisan sang Agung yang kita sebut pelangi ! senin kemarin tu hujan, dan setelah hujan tu ada pelangi. kerennya banget ! bie benerbener kagum ngliat pelangi senin kemarin. pelanginya tampak sangat sempurna sore itu...

awalnya bie ndak tau ada pelangi, tapi pas bie lagi ke lantai atas buat cekedot lalulintas kota bie liat pelangi !

huhuhu... garagara itu bie jadi ke inget ama si pelangi... weleh...

bie pengen cerita banyak tentang pelangi, tapi bie ndak mau terima konsekuensi lebih...

ohyaa... pas mamie tanya bie kemarin, rasanya bie membelah tempurung pelangi dan melihat apa yang ada dipikirannya. but, yasutralah.... for bie ini cinta gila.... doa bie bukan untuk bie semata... sekarang bie punya doa baru : pelangi mendapatkan warna yang pantas...

seperti yang sering pelangi bilang bahwa ia mempunyai bias makna yang tersembunyi. entah apa yang sudah ia sembunyikan.... karena sudah disembunyikan maka bie ndak mau berusaha mencoba mencari tahu hal itu.

dengan kegilaan cinta bie pada pelangi.... bie berharap pelangi dengan segera menemukan langitlangit dan warna yang sepantasnya ^^

Kamis, 11 Februari 2010

pelangi yang tak berwarna

aku selalu menyukai taman ini… aku menyukai taman dan segala penghuni taman ini. namun tiap kali aku berada ditaman ini, aku tak lagi menemukan antusiasku melihat pelangi. bukannya aku kehilangan katakataku saatku bertemu dengan pelangi. hanya saja aku tlah meninggalkan harapku padanya.

bunga bakung bertanya padaku, menanyakan alasan megapa aku meninggalkan harapanku sepanjang delapan musim dengan begitu saja. tidak, aku tidak meninggalkan semua itu dengan begitu saja. namun rasa itu yang pergi begitu saja meninggalkanku. jika aku masih bertahan bersama harapan tanpa rasa disampingku… aku pikir ini hanya akan menjadi siasia.
aku tak beranjak dari tempatku, tempat dimana aku selalu melihat pelangi. tak ada tempat yang lebih indah selain tempat ini. aku sudah terlalu nyaman dengan tempatku, namun keberadaan pelangi bukanlah pelengkap aku merasakan kenyamanan yang ku cari.

kemarin aku bertemu dengan pelangi, tanpa rasa. Ada kata yang ingin ku sampaikan padanya, namun semua itu urung ku lakukan. Tak ada gunanya bagiku jika kata itu tersampaikan. Forgive me for the words unsaid…

Senin, 18 Januari 2010

sang Agung

hujan datang tanpa genderang
begitu pun ketika pelangi beranjak tanpa sebuah salam
satu persatu hujan memberikan tiap tetesannya kepada bumi
tak menghiraukan birunya awan

kepada debu hujan meminta maaf
kepada angin hujan memberikan senyum
lalu pelangi ?
pelangi terbang tanpa sayap
pelangi berlari tanpa kaki
entah kemana !

bilakah aku mengerti tentang waktu
adakah ia tahu ketidakmengertianku akan sang jingga
kepada Sang Agung kan ku pertanyakan hal ini…

Senin, 21 Desember 2009

gamang

kemarin bertemu pelangi, tapi tidak ditaman. entah sudah berapa lama pelangi tak pernah menampakkan diri lagi. begitu tiba akhir pekan hanya ada satu kata yang ada dibenakku. pelangi !

akhir pekan adalah waktunya melihat pelangi secara nyata, dan walau waktu telah berputar ke angka ini untuk yang keduakalinya. aku masih belum melihat wujudnya. pelangi masih blum pulih, ujar seorang teman.

aku tahu pelangiku berwarna abuabu, tapi entah kenapa tidak ada keberanianku melakukan hal yang lebih dari ini. aku hanya mampu berdoa, pelangi cepat pulih.

dear Lord... kenapa pelangi belum pulih juga ?

melihat pelangi melangkahkan kakiknya dengan perlahanlahan, aku hanya dapat mengutuki diri sendiri.
melihat pelangi kehilangan segala warnanya, aku hanya dapat berdiri kaku dan tak ada kekuatanku untuk mendekatinya.

aku takut !

hari ini pelangi bilang akan ada hasil mengapa ia selama ini tidak pulih juga. dan harapanku, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi. aku ingin pelangiku pulih kembali.....

Senin, 14 Desember 2009

rasanya : miris...

akhirnya setelah sekian lama bersembunyi dibalik topeng sang sanguin, kini waktunya menggunakan topeng melankolis.....

masih sedikit miris dengan situasi ini. pengen teriak tapi yaa buat apa ? pelangiku bukan pelangi. dan sekarang orang itu benarbenar bukan pelangi. pelangi atau tidak aku sendiri bingung untuk mendeskripsikannya...

cuman isa bilang ma'acih buat lonceng dan belalang yang membuatku tertawa sambil menangis. chat sama kalian bikin akyu mencaricari icon yang mewakilkan perasaan ini. hmm... ma'acih Tuhan dah menciptakan makhluk lain.. pastinya selain pelangi yang begitu ta kagumi.

aku benci menangis, bagiku menangis berarti mengaku kalah. dan biasanya aku akan tertawa tepat diwajah orang yang sedang menangis. tapi lonceng dan belalang tak melakukan hal itu. keadaan ini membuatku teringat pada kepik. hmmm... kepik yang membuatku jadi seperti ini. hpfuuuhhh..........

aku masih ingin menangis akan rasa yang miris

Rabu, 09 Desember 2009

pelangiku bukan pelangi

kembali ke taman ini, merisaukan yang tak seharusnya kurisaukan. sebelum aku melangkahkan kaki kedalam taman aku bertemu dengan mega. ia menanyakan perihal pelangi padaku…

pelangi memang tak hambar lagi
pelangi memang tak lagi dilangit yang kelabu

aku tak dapat menjawab pertanyaan sang mega, pffuuuhh… inginku katakan padanya “jangan bertanya padaku !”

dimusim kedelapan pada harapanku yang keduabelas, aku masih terusik dengan pernyataan sang kepik. dan belum saja aku menetralkan diri ini, tibatiba saja capung yang sudah sekian lama tak menemani aku ditaman ini juga mempertanyakan hal yang sama. aarrrgh.. aku menggila dengan kegilaan ini.

capung membuatku naik darah, ehmm… tapi aku tak boleh menumpahkan segala amarahku padanya. terusik atau tidak memang pilihan begitu pun dengan perihal naik darahku saat ini, dan aku tak pernah ingin mendapatkan pilihan seperti ini. aku sungguh terusik ! ditaman ini aku tak ingin bertemu dengan sang mega, kepik, capung atau siapa pun dan apa pun yang membicarakan tentang pelangi.

pelangiku bukan pelangi

aku hanya punya kata itu jika mereka mulai meracau tentang pelangi.

aku ingin berdialog pada semut, tapi dari kejauhan aku melihatnya tengah sibuk bermain keperihan perinya dan senyum sang liliput
aku ingin bercengkrama pada bunga bakung, namun ia juga sedang sibuk menatap langit dan berharap hujan berkunjung padanya
aku ingin bercerita pada belalang, tetapi ia juga disibukkan pada dedaunan dan rumputrumput yang ada disekitarnya

ehmm… ditaman ini aku hanya bisa menikmati situasi ini dan menitipkan pesan pada sang angin “pelangiku bukan pelangi”….


ya.. ya.. ya… sebaiknya dan seharusnya aku masuk ke ruang kerja Sang Pelukis Nan Agung dan menceritakan semua hal yang tlah mengusikku dan bertanya padaNya “mengapa Kau melukiskan ‘pelangi’ yang bukan pelangiku ?

Senin, 07 Desember 2009

antara pelangi, aku dan si lebah (part 2)

kembali ke taman, bukan untuk bertemu dengan apa pun dan siapa pun… kecuali pelangi !

sore ini aku kembali ke taman, hanya satu yang akan ku lakukan disana. mengagumi pelangi ! aku tak pernah peduli apakah pelangi menyadari kehadiranku. aku tak pernah peduli ketika belalangbelalang itu mulai menertawaiku dan mengolokolokku sebagai gadis yang naïf. aku tak pernah peduli ketika kenaifan itu semakin karib dalam kehidupanku.aku tak pernah peduli dengan apa pun hingga lebah lalu lalang menyapa bunga, dedaunan hingga ilalang pun aku tak pernah peduli

yang ada dalam kepedulianku hanya berapa warna yang ada pada pelangiku…
yang ada dalam kepedulianku adalah tidak ada rasa hambar yang ia sajikan
yang ada dalam kepedulianku hanya pelangi….

entah mengapa rasa ketidakpedulianku terusik pada sebuah pesan, pesan dari lebah yang ia torehkan di batang pohon. aku benci lebah melakukannya, pfuuhhh… sejenak aku tertawa, menertawai diriku sendiri. aku yang tak peduli dengan sengatannya, aku yang tak peduli dengan kebisingannya…. kini terusik pada pesan yang tak bertuan. hal ini membuktikan perkataan atau guyonan yang disampaikan oleh kepik beberapa waktu yang lalu. ehmm… aku tidak suka kepik mengatakannya, karena aku pikir itu hanya guyonan semata.

sore ini, akhirnya aku memaknai pesan yang tak bertuan itu seraya menikmati pelangi. aku tidak suka situasi ini…. pesan yang tak bertuan membuatku menggila dari kegilaan sebelumnya.

banyak hal yang inginku sampaikan pada lebah, tapi hal itu urung kulakukan. aku hanya menyampaikannya pada angin yang bertiup disekitar taman karena angin tak mungkin dapat meninggalkan pesan.

Senin, 23 November 2009

ini bukan pelangiku

ini hujan, teriakku
aku ingin menari bersama hujan
tariantarian hujan akan menemaniku menantinya

aku mengenal baik sang hujan
aku menyukainya ketika ia mambasuh ranahranah ini
aku menyukainya ketika ia menyapa setiap bunga dan dedaunan sekalipun

dengan hujan aku berharap kedatangan pelangi
pada mentari ku sampaikan harapanku

sore ini aku melihat pelangi
pelangi dengan kehampaan
pelangi dengan kehambarannya
ini bukan pelangiku !

aku bertanya pada mega, adakah ia bertemu dengan pelangiku
pelangi yang selalu berwarna
pelangi yang selalu membuatku terpesona
aku ingin pelangiku !

Selasa, 27 Oktober 2009

[still] mengagumi pelangi...

jika cinta dia, jujurlah padaku...

ehhmm... awal denger lagu ini jadi bahan celaan antara aku dan beberapa sepupu. ndak tau ko rasae lucu az ngdenger lagu termehekmehek kya gini. dan sekarang lagu ini akan semakin sering ta denger. weiks ? ko isa ? hehehe... i have a reason to hear that but i cant tell you....

oh ya... beberapa waktu yang lalu ada sebuah pesan dari seseorang yang membuatku ingin tertawa. munafik ! yupp.. itu isi pesan orang itu. nyaris saja merasa terintimidasi. aku berusaha untuk jujur dalam segala hal. aku pun mulai jujur padanya, mulai jujur bukan berarti selama ini aku boong. bukan seperti itu juga. tapi yasudlah... dia terlalu cepat memaksaku untuk menjadi sesuatu yang ia inginkan. terlalu cepat hingga membuatku ingin berlalu dalam kehidupannya...

lupakan tentang orang itu...

kali ini aku akan tetap bercerita tentang pelangi. pelangi ???? lagi ?? ehmm... honestly aku ndak peduli ketika mereka mengatakan betapa mereka muak dengan ceritaceritaku tentang pelagi. maaf... aku sendiri sudah merasa muak dengan sikap mereka... ^^

Rabu, 16 September 2009

antara pelangi, aku dan si lebah (part 1)




suatu sore sebelum aku menghampiri pelangi, aku mampir sejenak ke hadapan lebah. Aku terlalu sering melihatnya terbang, entah apa yang sedang ia cari. maka sebelum aku menjadi benarbenar bisu, aku pun bertanya. setidaknya aku ingin menanyakan kabar tentang dirinya. aku tak peduli sudah berapa banyak madu yang ia tuai dan berapa banyak bunga yang ia hampiri. ketika itu aku tak peduli….


aku : sore lebah…
sapaku ketika itu, namun lebah sepertinya lebah terlalu sibuk hingga ia tak menghiraukan sapaanku. seketika aku menjadi bisu. aku melihatnya terbang dan berdialog dengan yang lain namun ia sama sekali tak menjawab sapaanku. baiklah… aku ingin menjadi buta, lirihku saat itu. aku tak ingin melihat lebah terbang lagi disekitarku…

lebah : hai, sore…
ketika aku sudah menjadi bisu dan buta, lebah pun menghampiriku. ia menanyakan perihal yang menurutku tak perlu ditanyakan. namun aku tak ingin melihat lebah terbang kembali, aku pun menjawab pertanyaannya itu dengan ketidaksemangatan yang ku punya.

sore itu, lebah tlah membuat aku menjadi bisu, buta kemudian tuli. aku tak ingin berlarut dengan keadaan itu, tak lama kemudian aku mencari pelangi. yupp, aku bertemu dengan pelangi. pelangi masih ditempat biasa dengan waktu yang biasa.

aku : pelangi…
pelangi : hadir….

pelangi selalu bersemangat, itu yang selalu ku suka ketika melihat pelangi. pelangi slalu menjawab pertanyaan yang ku ajukan. aku senang pelangi melakukannya. dengan pelangi aku lupa bahwa beberapa saat yang lalu aku adalah si bisu, buta dan tuli. dihadapan pelangi aku merasa nyaman menjadi apa pun, tak peduli apakah aku tlah menjadi peri atau hanya sekedar badut biasa.

hingga ketika malam mulai menghampiri, lebah pun datang kembali. aku tak tahu, kali ini lebah datang membawa sisa madunya atau menyisakan racun untukku. saat itu lebah menyengatku… sejenak aku dapat menguasai diriku ini. sengatannya ku jadikan sapaan biasa saja. hingga malam berikutnya pun lebah masih menyengatku, aku tak dapat mencari pelangi sebagai penawarnya.

dikejauhan aku melihat pelangi, inginku sapa. tapi aku teringat lebah. jika saja lebah tahu aku menyapa pelangi entah racun apa yang akan ia berikan lagi. aku melihat pelangi kembali menjadi kelabu, entah apa yang sedang terjadi. adakah sengatan lebah juga mampir ke setiap warnawarnanya ?




..bersambungyaamaupergidulumodeon..

Senin, 14 September 2009

tentang pelangi

mari kita mulai bicara tentang pagi
mungkin saja ada peri yang sedang menanti

mari kita mulai bicara tentang hati
lupakan duka yang sedang kau ratapi

mari kita mulai bicara tentang sandi
agar sukaku tak dilalap oleh api

mari kita mulai bicara tentang pelangi
oh tidak… pelangiku sudah mati

Jumat, 11 September 2009

pelangiku akhirnya berwarna ^^

kemarin entah mengapa pelangiku tibatiba saja berwarna, senang ? pastinya !

aku senang melihat ia tersenyum
aku senang melihat ia berwarna
aku senang melihat ia tertawa
aku senang melihat ia senang

jangan tanyakan padaku mengapa aku begitu mencintai pelangi... aku tak merasa bodoh karena mencintainya. aku tak pernah merasa siasia karena menunggunya. aku senang melakukan ini.

untuk beberapa saat aku mungkin tak dapat bertemu dan berjumpa dengannya. my wish : he know my wish ^^



oh yaa... bentar lagi ternyata my bday, ndak nyangka euy. ehh bukan ndak nyangka malah nyaris lupa. ehmm... ada sebuah harapan kecil yang ingin kusampaikan. aku ingin mr. bee yang menjadi orang pertama...

weikss... kenapa bukan pelangi ? entahlahh....

Kamis, 10 September 2009

doaku untuk pelangiku ^^

kemarin sebelum mata ini tertutup, aku menceritakan sebuah kisah pelangi pada seorang teman. dan pagi ini ketika aku terbangun dan menyelesaikan ucapan syukurku padaNya dan doadoaku tentang pelangi, aku pun ditodong pada sebuah pertanyaan dari seorang kakak. apakabar pelangimu pagi ini ?

weikkkss.... tak menyangka mereka juga antusias akan pelangi. ehmm... pelangi adakah kau tahu itu ??????

pelangiku sempat berganti warna, satu warna. bukan abuabu namun putih ! hanya sejenak, kini ia abuabu kembali....

entah mengapa semakin mereka tahu tentang pelangi, aku akan semakin bersemangat mengatakan " doakan pelangiku agar ia berwarna ^^ !!!! "

aku tak merasa merugi jika aku melakukan hal itu, malahan aku merasa senang karena aku masih diberi kesempatan melihat pelangiku tersenyum. aku tak peduli kepada siapa ia tersenyum....

seseorang pernah bertanya padaku, sampai kapan aku akan menunggu pelangi ? maka dengan sigap dan yakin aku menjawab hingga pelangiku tahu aku menunggu untuk dirinya atau ia menyadari hal ini atau pun jika hal terburuk terjadi aku akan menunggu pelangi mengatakan "jangan menunggu lagi...." maka saat itu pula aku akan pergi....


hari ini aku melihat pelangi, masih dilangit yang sama...
langit yang kelabu....

Rabu, 09 September 2009

seru !

mungkin kata itu yang dapat memotivasi agar aku tak jenuh menunggu pelangi...
menunggu pelangi itu seru!
melihat pelangi itu seru!
mencari pelangi itu seru!
menatap pelangi itu seru!
segala hal tentang pelangi itu seru!

kenapa ?
apakah aku gila ??? ehmm... aku tak peduli dengan perkataan mereka. yang aku pedulikan hanya pelangi. yang kau pedulikan adalah pelangi harus selalu tersenyum. aku tak ingin membuat pelangi bimbang, aku tak ingin melihat ia marah. tak ingin !

ketika pelangi mulai kelabu, aku tetap menunggu.
pelangiku tak boleh berwarna abuabu !!!

Selasa, 08 September 2009

pelangiku berwarna abuabu

pernahkah kau melihat pelangi, lihatlah begitu banyak warna yang dihasilkan olehnya. seseorang pernah mengatakan padaku bahwa warna pelangi hanyalah tiga yaitu , merah, kuning, hijau dilangit yang biru.

kala itu aku tak peduli, apakah itu tiga, empat, lima, enam hingga belasan sekali pun aku tak peduli.
aku tak peduli dengan jumlah warna pelangi yang ia punya
aku tak peduli dengan bentuk pelangi yang ia punya
aku tak peduli dengan pendapatnya tentang pelangi yang ku punya

yang aku pedulikan saat itu adalah hanyalah pelangiku semata. Hanya pelangiku !
pelangiku yang indah
pelangiku yang menakjubkan
pelagiku yang ajaib
semua hal tentang pelangi

aku tak pernah memperdulikan berapa lama aku harus menunggu pelangi itu muncul, berapa banyak waktu yang tlah tersita oleh pelangi. hingga aku tak peduli kepada diriku sendiri…….

namun itu dulu, karena kini pelangiku bukannlah pelangi. pelangiku tak berwarna … ia memang tampak berwarna namun hanyalah menyisakan sebuah warna saja. abuabu. pelangiku kini berwarna abuabu, tidak seperti yang dikatakan oleh orang itu, tidak ada lagi warna merah, kuning maupun hijau. pelangiku berwarna abuabu dilangit yang kelabu . . .