Tampilkan postingan dengan label whateve'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label whateve'. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2009

pelangiku bukan pelangi

kembali ke taman ini, merisaukan yang tak seharusnya kurisaukan. sebelum aku melangkahkan kaki kedalam taman aku bertemu dengan mega. ia menanyakan perihal pelangi padaku…

pelangi memang tak hambar lagi
pelangi memang tak lagi dilangit yang kelabu

aku tak dapat menjawab pertanyaan sang mega, pffuuuhh… inginku katakan padanya “jangan bertanya padaku !”

dimusim kedelapan pada harapanku yang keduabelas, aku masih terusik dengan pernyataan sang kepik. dan belum saja aku menetralkan diri ini, tibatiba saja capung yang sudah sekian lama tak menemani aku ditaman ini juga mempertanyakan hal yang sama. aarrrgh.. aku menggila dengan kegilaan ini.

capung membuatku naik darah, ehmm… tapi aku tak boleh menumpahkan segala amarahku padanya. terusik atau tidak memang pilihan begitu pun dengan perihal naik darahku saat ini, dan aku tak pernah ingin mendapatkan pilihan seperti ini. aku sungguh terusik ! ditaman ini aku tak ingin bertemu dengan sang mega, kepik, capung atau siapa pun dan apa pun yang membicarakan tentang pelangi.

pelangiku bukan pelangi

aku hanya punya kata itu jika mereka mulai meracau tentang pelangi.

aku ingin berdialog pada semut, tapi dari kejauhan aku melihatnya tengah sibuk bermain keperihan perinya dan senyum sang liliput
aku ingin bercengkrama pada bunga bakung, namun ia juga sedang sibuk menatap langit dan berharap hujan berkunjung padanya
aku ingin bercerita pada belalang, tetapi ia juga disibukkan pada dedaunan dan rumputrumput yang ada disekitarnya

ehmm… ditaman ini aku hanya bisa menikmati situasi ini dan menitipkan pesan pada sang angin “pelangiku bukan pelangi”….


ya.. ya.. ya… sebaiknya dan seharusnya aku masuk ke ruang kerja Sang Pelukis Nan Agung dan menceritakan semua hal yang tlah mengusikku dan bertanya padaNya “mengapa Kau melukiskan ‘pelangi’ yang bukan pelangiku ?

Senin, 07 Desember 2009

antara pelangi, aku dan si lebah (part 2)

kembali ke taman, bukan untuk bertemu dengan apa pun dan siapa pun… kecuali pelangi !

sore ini aku kembali ke taman, hanya satu yang akan ku lakukan disana. mengagumi pelangi ! aku tak pernah peduli apakah pelangi menyadari kehadiranku. aku tak pernah peduli ketika belalangbelalang itu mulai menertawaiku dan mengolokolokku sebagai gadis yang naïf. aku tak pernah peduli ketika kenaifan itu semakin karib dalam kehidupanku.aku tak pernah peduli dengan apa pun hingga lebah lalu lalang menyapa bunga, dedaunan hingga ilalang pun aku tak pernah peduli

yang ada dalam kepedulianku hanya berapa warna yang ada pada pelangiku…
yang ada dalam kepedulianku adalah tidak ada rasa hambar yang ia sajikan
yang ada dalam kepedulianku hanya pelangi….

entah mengapa rasa ketidakpedulianku terusik pada sebuah pesan, pesan dari lebah yang ia torehkan di batang pohon. aku benci lebah melakukannya, pfuuhhh… sejenak aku tertawa, menertawai diriku sendiri. aku yang tak peduli dengan sengatannya, aku yang tak peduli dengan kebisingannya…. kini terusik pada pesan yang tak bertuan. hal ini membuktikan perkataan atau guyonan yang disampaikan oleh kepik beberapa waktu yang lalu. ehmm… aku tidak suka kepik mengatakannya, karena aku pikir itu hanya guyonan semata.

sore ini, akhirnya aku memaknai pesan yang tak bertuan itu seraya menikmati pelangi. aku tidak suka situasi ini…. pesan yang tak bertuan membuatku menggila dari kegilaan sebelumnya.

banyak hal yang inginku sampaikan pada lebah, tapi hal itu urung kulakukan. aku hanya menyampaikannya pada angin yang bertiup disekitar taman karena angin tak mungkin dapat meninggalkan pesan.

Jumat, 30 Oktober 2009

i need so many tomat...

tomat.. aku butuh banyak tomat untuk menetralkan setiap tetesan darah dalam tubuhku. aku sungguh teracuni oleh segala hal yang membuat wajahku menjadi hijau. kenapa hijau ? sebenarnya aku lebih menyukai jika wajahku menjadi ungu, tapi jika ungu maka aku tampak seperti sedang lebam. atau warna merah jambu ? ehmm.. aku sedang keracunan bukan sedang shyshymodeon bagaimana mungkin wajahku bisa berwarna merah jambu ? atau merah saja ? hpfuuhhh.... aku keracunan bukan sedang menahan amarah hingga wajahku menyerupai buffalo yang sedang naik darah.

tomat... aku butuh banyak tomat untuk memperlancar darahdarahku hingga ia bisa mengantarkan banyak hal baik ke sudutsudut organ tubuhku sekalipun. aku tidak ingin hidup dengan racun ini. aku benci racun ini. aku butuh tomat....

tomat... aku butuh banyak tomat agar pemulihan ini berjalan lebih cepat. aku tidak ingin berlamalama dengan racunracun ini. jika saja ada tomat yang ku punya bisa bekerja lebih banyak untuk tubuh ini. ehhmm... dear God, berikan aku banyak tomat lagi. aku butuh banyak tomat....

Rabu, 16 September 2009

antara pelangi, aku dan si lebah (part 1)




suatu sore sebelum aku menghampiri pelangi, aku mampir sejenak ke hadapan lebah. Aku terlalu sering melihatnya terbang, entah apa yang sedang ia cari. maka sebelum aku menjadi benarbenar bisu, aku pun bertanya. setidaknya aku ingin menanyakan kabar tentang dirinya. aku tak peduli sudah berapa banyak madu yang ia tuai dan berapa banyak bunga yang ia hampiri. ketika itu aku tak peduli….


aku : sore lebah…
sapaku ketika itu, namun lebah sepertinya lebah terlalu sibuk hingga ia tak menghiraukan sapaanku. seketika aku menjadi bisu. aku melihatnya terbang dan berdialog dengan yang lain namun ia sama sekali tak menjawab sapaanku. baiklah… aku ingin menjadi buta, lirihku saat itu. aku tak ingin melihat lebah terbang lagi disekitarku…

lebah : hai, sore…
ketika aku sudah menjadi bisu dan buta, lebah pun menghampiriku. ia menanyakan perihal yang menurutku tak perlu ditanyakan. namun aku tak ingin melihat lebah terbang kembali, aku pun menjawab pertanyaannya itu dengan ketidaksemangatan yang ku punya.

sore itu, lebah tlah membuat aku menjadi bisu, buta kemudian tuli. aku tak ingin berlarut dengan keadaan itu, tak lama kemudian aku mencari pelangi. yupp, aku bertemu dengan pelangi. pelangi masih ditempat biasa dengan waktu yang biasa.

aku : pelangi…
pelangi : hadir….

pelangi selalu bersemangat, itu yang selalu ku suka ketika melihat pelangi. pelangi slalu menjawab pertanyaan yang ku ajukan. aku senang pelangi melakukannya. dengan pelangi aku lupa bahwa beberapa saat yang lalu aku adalah si bisu, buta dan tuli. dihadapan pelangi aku merasa nyaman menjadi apa pun, tak peduli apakah aku tlah menjadi peri atau hanya sekedar badut biasa.

hingga ketika malam mulai menghampiri, lebah pun datang kembali. aku tak tahu, kali ini lebah datang membawa sisa madunya atau menyisakan racun untukku. saat itu lebah menyengatku… sejenak aku dapat menguasai diriku ini. sengatannya ku jadikan sapaan biasa saja. hingga malam berikutnya pun lebah masih menyengatku, aku tak dapat mencari pelangi sebagai penawarnya.

dikejauhan aku melihat pelangi, inginku sapa. tapi aku teringat lebah. jika saja lebah tahu aku menyapa pelangi entah racun apa yang akan ia berikan lagi. aku melihat pelangi kembali menjadi kelabu, entah apa yang sedang terjadi. adakah sengatan lebah juga mampir ke setiap warnawarnanya ?




..bersambungyaamaupergidulumodeon..

Rabu, 27 Mei 2009

aku ingin menjadi pembunuh

kenapa belakangan ini headline surat kabar lebih sering menjual berita tentang pembunuhan ???
kenapa membunuh itu berdosa ???
kenapa mereka saling membunuh ???
kenapa mereka bisa menjadi seorang pembunuh ?

begitu banyak kata "kenapa" yang masuk di otakku. mereka saling tindih menindih dan jumpalitan. mungkin mereka akan saling bunuh membunuh di dalam otakku. aku benci dengan keadaan ini !

aku benci ketika aku bertanya namun tak bertemu dengan jawaban !
aku benci ketika aku berhadapan dengan pembunuh itu !
aku benci ketika aku tidak bisa menjadi pembunuh !

aku ingin menjadi pembunuh... menjadi seorang pembunuh yang berdarah dingin. aku ingin merasakan kemenangan seorang pembunuh, tak peduli hukuman apa yang akan ku terima nanti...

aku ingin menjadi seorang pembunuh yang tak perlu berlaku manis terhadap sang korban. yang tak usah memikirkan bagaimana perasaan sang korban. aku ingin menjadi seorang pembunuh !

aku ingin menjadi pembunuh yang tak peduli dengan keputusan hakim. aku ingin menjadi pembunuh yang tak menghiraukan tuntutan sang jaksa. aku ingin menjadi pembunuh yang tak mengindahkan tangis atau pun raungan keluarga sang korban.

... tapi aku bukan seorang pembunuh, aku hanya seorang pecundang yang bertanya kepada sang korban : apakah kamu ingin ku bunuh ?

Rabu, 29 Oktober 2008

bila rasaku ini rasamu ...

aku memang terlanjur mencintaimu
dan tak pernah ku sesali itu
seluruh jiwa telah kuserahkan
menggenggam janji setiaku

ku mohon jangan jadikan seperti
alasan kau menyakitiku
meski pun cintamu tak hanya untukku
tapi cobalah sejenak mengerti

reff:
bila rasaku ini rasamu
sanggupkah engkau menahan sakitnya
terkhianati cinta yang kau jaga
coba bayangkan kembali
betapa hancurnya hati ini kasih
semua telah terjadi

aku memang terlanjur mencintaimu







. . . dalem banget se ne lagu. Sebenernya se ne lagu bukan pertama kali g mendengarnya. Cuman kenapa harus pagi ne g kudu ngdenger lagu ini? Sedikit miris..Sedikit? Sebenerany se lumayan miris soalny gara-gara ne lagu g jd inget am smua hal yang bikin g eneg. Dendamkah? Ehm..entahlah

. . . pagi ini g masih az ngarep untuk ktmu am nYoOng. Bodohkah g? Terserah...