Tampilkan postingan dengan label uneg2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

jika nanti..

beberapa hari yang lalu seorang teman bertanya pada bie, pertanyaan sederhana yang sering kali ditanyakan oleh orang-orang kebanyakan.

le: bie, kalo kau sudah menikah nanti.. kau maunya tinggal dimana? jangan bilang venice yaa..
bie: ehmm.. believe it or not, dari kecil bie pengen tinggal dikota kecil atau mungkin sebuah perkampungan kecil. menanam atau apalah.. ketika sudah tua nanti pun bie akan menghabiskan hari-hari bie dikota kecil. seperti salatiga. thats why ampe sekarang bie ndak mau ke sana dulu, biar surprise.
le: seriusan? gak percaya seorang bie mau kya gitu..
bie: hehe.. dah sering le, bie disangka sebagai orang yang hedon mah. gak kaget :p apakah menurutmu hidup dengan pola seperti itu membosankan le? sedari kecil bie tinggal dikota besar dan ketika bie tua nanti bie akan tinggal dikota kecil. bagi bie, itu adil..
le: trus ampe kapan bie akan terus menjadi petualang?
bie: hobby jalan-jalan bie maksudnya? ah, pun jika harus diminta berhenti secara baik-baik bie akan berhenti.

bagi bie, hidup itu bukan sebuah rutinitas yang harus kita isi dengan kesamaan dengan orang-orang lainnya. jalan-jalan adalah cara bie untuk mengisi hari-hari yang bie kira masih bisa memadai. sama halnya dengan bicara dengan waktu. ada beberapa teman yang beralibi, ah lu mah enak bie.. punya banyak waktu. kalo gw gak kerja, bla.. bla.. blaa....

dear you..
jika nanti bie ditanya oleh Ilahi apa saja yang sudah bie lakukan di dunia ini, apa menurutmu Ia akan mengerti?
semisal:
Ilahi: eh bie, kemaren di Bumi kamu ngapain aja?
bie: kerja euy, bie sibuk..
Ilahi: oo.. trus hasil sibukmu mana?
bie: *cuman bisa cengo karena harta indak bisa dibawa masuk ke Surga*
 nah bie indak mau seperti itu..

dear you..
jika nanti siapa pun yang bertanya kepada bie, even itu penjaga surga.. bie sudah punya cerita tentang apa pun yang ada dibumi ini. entahlah, mungkin ini hanya imaji bie.
dan di imaji bie telah ada peristiwa seperti ini:
bie: oik.. Ilahi, kemaren bie abis dari Bumi
Ilahi: ehmm.. lihat apa aja disana?
bie: banyak dan keren-keren.. dan yang paling bie suka adalah pantainya. Kau menciptakannya begitu sempurna.. bla.. bla.. bla..
begitulah.. bie akan meracaukan segala sesuatu yang bie lihat di Bumi, dan bagi bie itu adalah suatu hal yang menarik

venice.. ehm entahlah, banyak teman yang mengira bie akan ke sana dengan segera. bie sendiri indak begitu tergopoh-gopoh agar tiba disana. bagi bie, venice itu seperti dessert. yes.. dan trip -trip kecil yang telah bie lakukan ini adalah pembukanya. main course'nya? hidup.

yup.. perjalanan hidup adalah main course itu sendiri.

lelakinya teman: bie.. menurutmu jodoh itu apa?
bie: jodoh? ehmm.. bie ndak percaya dengan namanya jodoh atau percintaan lainnya. walau pun bie suka bersajak atau apalah namanya.. cinta itu kata lain dari komitmen. dan hingga kini bie belum menemukan orang yang tepat untuk berkomitmen. komitmen dilakukan oleh dua belah pihak. tidak lebih.
lelakinya teman: menurutmu, cinta pake hati atau logika?
bie: ehmm jika nanti kau hanya menggunakan cinta dengan hatimu... apakabarnya logika yang telah Ia berikan padamu?
lelakinya teman: maka dari itu aku tak pernah menggunakan hatiku..
bie: kata siapa kau tak pernah menggunakan hatimu? pembicaraan ini terjadi karena hatimu.. entah mengapa, bie merasa Tuhan menyukai angka dua. Ia menciptakan segala sesuatunya dengan: dua. Ia menciptakan aku dan kamu, begitulah..

jika nanti kau gunakan logikamu untuk berhadapan dengan bie, maka bie akan gunakan hatiku untuk menghadapimu, pun jika kau menggunakan hatimu.. bie akan gunakan logika bie untuk menghadapimu.

cinta bukan hanya bicara tentang hati namun juga hari..

Rabu, 27 Juni 2012

kepada masa lalu

"ah.. seperti aku baru mengenalmu kemarin sore saja", ujarnya kala itu.

waktu. ya kau dan aku mulai membicarakan waktu. mulai memasuki lorong waktu dan mengendap-endap memasuki masa dimana kau dan aku mulai saling mengenal.

tujuh tahun.

wow.. aku baru saja mulai menghitungnya. cukup lama dan entah mengapa aku merasa tak mengenalmu.

kepada masa lalu yang bagaikan sebuah debu, datang dan pergi bicara tentang waktu
aku tak pernah mencarimu, kau yang datang padaku
aku tak ingin bersamamu, kau yang selalu menyapaku
aku seperti tak mengenalmu

"mari kita bertemu", ujarku diantara helaan nafas yang mulai tak beraturan
"untuk apa?", kau selalu memberi tanya padaku
"entahlah, aku hanya ingin bertemu", lebih tepatnya aku tak punya bahan yang akan ku olah agar dialog ini tak selalu kaku.

tujuh tahun dikota yang sama, aku mulai memutar kembali slide demi slide tentangmu. pun tentang wanitamu. hey.. semangat merayakan lima tahun bersama wanitamu.

aku tak dapat mengingat tentangmu dengan sempurna, namun aku masih mengingat dimana dinginnya malam semakin membuatku membeku ketika kita mulai larut dalam bercakapan dan bergumul dengan kepulan asap tembakau.

"sampai kapan kita seperti ini?", tanyamu seraya membentuk lingkaran asap dari bibirmu yang mulai menghitam dimakan zaman.
"sampai kapan? sampai salah satu dari kita ada yang melambaikan tangannya.. pertanda menyerah", tantangku kala itu
"siapa takut? kali ini tak ada yang di izinkan menggunakan hati!"
"tanpa hati dan dilarang memaki!", tekanku kala itu seraya mengecupnya.

kepada masa lalu yang sempat membuatku nelangsa
kita pernah saling bercinta walau tak mencinta
kita saling bertukar cerita tapi bukan untuk bersama
kita bukan apa-apa

"kenapa baru muncul sekarang?", tanyamu ketika aku menghilang dimakan ilalang.
"karena ceritaku baru saja usai dengannya. dan kau? ada cerita apa?"
"tak ada, mari kita lanjutkan saja cerita kita", tawarmu dengan wajah datarmu itu.
"kau yakin?", tanyaku yang kau balas hanya dengan senyuman.

kita berjalan memutar arah dan melawan arus. kau dan aku yang sama-sama tak ingin menjadi kita.
"aku rasa kita harus berakhir disini", pemutusan sebuah kesepakatan secara sepihak.
"kau menyerah. baiklah."
"aku iba pada wanitaku. kau datang ketika aku sudah bersamanya. maaf." kau berkata seraya berkemas. dan aku tak melihat ada rasa bersalah dari sana.
"aku tahu itu sedari awal aku datang padamu kala itu.", disini.. dititik kita mulai saling menyakiti.
"tahu? bagaimana kau bisa tahu?"
"kau bodoh. kau tak pintar menyembunyikan aku, dia menemukanku."
"lalu.. kau bilang kita apa?"
"cih.. tak usah seperti kebakaran jenggot seperti itu. aku bilang, aku temanmu. aku tahu rasanya direbut..", yaa aku mulai bergetar.
"dia tidak merebutku, kau yang meninggalkanku!"
"ya sudahlah.. apa pun katamu. kau sudah melambaikan tangan pertanda menyerah, bukan?"
"aku bukan menyerah, aku hanya iba padanya"
"tenang saja, aku takkan menuntutmu agar terus bersamamu. kau terbukti tak setia. iba bukanlah bentuk dari kesetiaan." entah mengapa aku tak merasa kehilangan kala itu.

dan sore itu kau kembali menyapaku. dan kau masih bersama dengan wanita itu. selamat belajar menjadi setia, teman (n_n)
kau masih menyimpan ceritaku tentang hal yang remeh temeh, dan aku? aku sama sekali tak lagi menyimpan apa tentangmu. aku hanya menyimpan sebuah cerita tentang seorang teman yang akhirnya berubah menjadi lawan. dan itu dirimu.

kau dan aku yang tak mungkin menjadi kita.
kau dan aku yang pernah menganggap ini sebagai cinta
kau dan aku hanyalah sebuah cerita
sampai jumpa

Selasa, 19 Juni 2012

oon

fiuh akhirnya bie bisa sedikit bernafas lega, kemarin berhasil maket'in adik bie ke hadapan si abang. etapinya ada yang menarik begitu membaca ulang kembali si tiket penerbangan itu.

satu tahun yang lalu ditanggal, jam dan maskapai penerbangan yang sama.. bie kembali pulang. dan tahun ini adik bie.

sebenernya tiket itu sudah bie beli satu minggu yang lalu, hanya saja bie ndak terlalu memperhatikan segala macamnya. namun bie malas untuk me-re-check kembali tiket tersebut, etapinya satu hari sebelum keberangkatan bie tanya ke si adek kartu siswanya. beugh.. jawabannya bkin kesel: "yaah.. udah aku kasih ke bebeb ku", dengan muke datar

okeh.. bie emang emosian, lebih tepatnya sangat emosian jika ada hal yang diluar rencana bie. mendengar jawaban si adek, bie udah gak jamin tuh anak dapet kalimat yang manis. mau tak mau dia bie kase kalimat sadis. lah, ndak tau logikanya dimane ngase id card ke anak orang. secara tuh anak belum 17tahun. emosi jiwa.

lagi-lagi bie bilang, "mbok kalo emang gak punya otak ya mulutnya dipake gitu lhoo. tanya ke gw apa-apa aja yang boleh dikase ke orang lain. perpisahan sih perpisahan tapi gak gini juga caranya. mending piara sapi dari pada piara orang oon.."

adek bie: "trus gimana donk? balik lagi ke sana?"

bie: "males!!! lu aja sana, ngrepotin."

adek bie: "ya udah sih gak usah marah-marah"

bie: "dengerin gw yee.. waktu gw seumuran lu, gw gak pernah di ajarin caranya hidup dan mikir. seriusan. seumuran lu, gw dah bisa beli tiket pesawat dan kabur ampe ke mana aja. lah lu? lu bisa apa?"

adek bie: *sok pasang muke lugu*

bie: "lu tu ye kya gak pernah naik pesawat aja tauk, ngeselin dan ngrepotin! lu mikir sendiri deh gimana caranya. gw dah capek ngurus lu, oon sih boleh etapinya bisa donk di atur?"

akhirnya menjelang malam, dia baru bilang ke bie: "aku udah tanya abah, kata abah bisa kok pake kartu eskul dari sekolah"

bie ambil dan ceklah kartu itu, dengan menahan geram bie pun bertanya: "kenape lu nanya ke abah? kenape lu ndak tanya ke gw? lu pasti gak izin lagi deh pake pulsa gw?"

fyi, kadang adek bie ndak mikir make pulsa bie. mbok ya pake ke sesama provider gtu lho. lah ini de'e nelp sim**** dari provider lain. padahal bie ada sim**** juga

adek bie: "salah lagi.."

bie: *kesel sambil nahan ketawa* "dengerin gw yee adek gw sayang, gw gak ngerti yee kenapa lu bisa se-oon ini. seriusan gw gak ngerti. dan gw paling gak nahan sama orang oon. lagian kenapa lu gak bilang sama gw klo lu masih pegang id card lainnya?"

adek bie: "kalo aku kase ini ke kakak, trus buat yang aku simpen mana?"

bie: *cengo* *dulu bie se-oneng dia ndak yaa*

dan tadi pagi bie tanya ke adik bie yang sudah tiba di pulau sebelah. disana sarapan apa? kuliner apa saja?

dan sodarah-sodarah setanah air dia pun masih menjawab dengan keluguannya. *gigit pinsil
bie akhirnya cerita tentang, satu tahun yang lalu dan bie kirimkan gambar: --->

ke adik bie. ehmm.. siapa tau dia mau seseruan bareng sama teman-teman bie yang ada dikota itu. etapinya nalar dia masih gak nyampe dengan apa yang bie mau. jadinya bie cuman bisa bernostalgila tentang satu tahun yang lalu melalui gambar itu.

dan ketika bie cerita ke teman bie yang disana tentang adik bie ini, dia cuman bilang: kalo gw ketemu adek lu berarti kejadian tahun lalu ke ulang lagi donk. kejadian pas semua orang lagi ngomong seven-icon dan lu cuman cengo' mikir itu nama restaurant disebelah mana.




Senin, 18 Juni 2012

pohon rindang

first of all, bie kira semua ini bisa diselesaikan hari ini. bie kira...

bie rindu membawa pergi ransel ini..

beberapa hari ini mulai terasa rasa kesal dan sesal lahir duluan. dan semalam bie bilang ke emaak, akhirnya bie ndak nyesel sedari kecil ndak tinggal sama emaak dan abah.

jadi ceritanya adalah, dikarenakan kasus yang beberapa minggu ini mau tak mau adik bie tinggal sama bie. dan adik bie yang satu lagi diwaktu yang bersamaan sakit. nice.. mengurus dua adik serasa punya anak betulan.

bie sempat kesal karena mereka manjanya minta ampun. sarapan, makan siang hingga makan malam pun harus diingatkan dan juga disediakan. bie sempat tak mau peduli mereka sudah makan atau belum dan makanan apa yang mereka santap hari ini. tapi kalau mereka sakit, toh tetap bie yang direpotkan. wasallam!

bie juga bilang ke emaak, dulu waktu hamil mereka, si emaak ngidam apaan sih? tapi si emaak sama sekali tidak menjawab pertanyaan bie, emaak bilang: "itulah gunanya kakak".

lah emang gunanya kakak itu buat direpotin kya gini? trus pulsa bie dipake dengan sesuka hati? trus bie kerja buat mereka, gitu? dan hal-hal lain yang menyebalkan?ih.

sepanjang bulan juni bie absensi bie kotor sekali, terlambat dimana-mana dan izin beberapa kali. dan majikan sempat menegur bie karena setiap senin bie selalu datang terlambat. awalnya beliau kira bie selalu begitu karena  hobby. etapinya bie akhirnya menjelaskan, bie emang abis dari kota sebelah tapi bukan untuk berlibur.
*mewek

bie kira kasus ini akan selesai begitu semua tanggungjawab diserahkan ke bie, dan semua hal ini akhirnya sudah atas nama: bie. bie kira!
baru saja bie mendengar ocehan angin tentang ini itu, dan sempat ia berkata: buru deh bawa tu anak ke pskiater..selak gila.
respon bie: ehmm.. kyana gw duluan deh yang ke pskiater. gw nyaris gila!

okeh.. tahan emosi bie.

lima belas menit sebelum izin pulang lebih awal, bie sepertinya harus ke taman ini untuk meneriakkan yang tak layak diteriakkan oleh suara. etapinya tetiba saja seorang teman yang entah selepas bertapa dimana mengirimkan sebuah pesan ke bie
"jadi pohon rindang itu enak ya bie, dicari orang bukan mencari orang.
tapi orang-orang itu ndak pernah apa saja yang sudah dialami pohon tersebut. panas. badai. hujan. tapi pohon itu tetap berdiri kokoh disana dan siap memberi kesejukan untuk orang banyak"

bie's reply: seandainya saja kampret adalah nama orang, mungkin saja dia bersin-bersin sejak kemarin. ah, kampret.


Jumat, 15 Juni 2012

bejana waktu


"sedang berada dikota inikah?"

"ya.. tapi tak ada waktu tuk bersua"



"aku ke kotamu akhir pekan ini, jika ada waktu mari kita bertemu"

"aku tak dapat berjanji, jika ada waktu saja"



"kau kemarin ke kotaku?"

"ya.."
"lalu kenapa kita tidak bertemu?"
"lain kali saja, aku terlalu sibuk.."


begitulah beberapa penolakan dari makhluk yang busy like a bee. setidak penghuni bumi mendapatkan porsi waktu yang sama, yaitu dua puluh empat jam. dan beberapa komentar sinis yang pernah bie dapatkan perihal kegemaran bie untuk mengadakan sebuah pertemuan.

semisal:
"beda bie, kau banyak waktu aku ndak"
"aku ke kotamu itu untuk bekerja bukan main-main"
"masih ada lain waktu, kya besok mati aja"

bie seakan-akan diciptakan dengan manusia yang berporsi banyak waktu. tidak juga. hanya saja bie selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan teman-teman yang berasal dari luar kota sana. kita tidak pernah tahu usia kita di bumi ini.

siang ini bie membaca sebuah ucapan selamat jalan kepada seorang teman di halamanbukumuka bie. dia, alm, telah berpulang ke Allah Bapa hari ini. bie hanya sekedar tahu beliau dan tadi pagi ketika mendengar berita duka ini dilayar kaca, bie sama sekali tidak terbersit korban adalah beliau. tapi itulah, usia orang takkan ada yang tahu.

liburan sekolah sudah dekat, dan dari beberapa komentar teman-temannya alm sudah merencanakan reuni antara teman-teman sekolahnya semasa dulu dengan anak-anaknya. saling mengenalkan. mereka memang saling bertemu. anak si A memang akhirnya mengenal anak si B dan seterusnya, namun bukanlah di sebuah restoran yang sudah di pesan oleh alm. tapi di sebuah rumah duka yang dipesan orang-orang untuk alm.

kita tidak pernah tahu berapa lama akan berperan sebagai makhluk bumi. hidup itu tak lebih seperti bejana waktu. perhatikan saja bejana waktu yang ada disekitarmu. belum pernah melihat?

Kamis, 14 Juni 2012

ku cari kamu --> ?

ada sebuah tembang yang sedang berkumandang hingga membuatk aku gamang
ku cari kamu - payung teduh
ku cari kamu dalam setiap malam 
dalam bayang masa suram
ku cari kamu dalam setiap langkah
dalam ragu yang membisu
ku cari kamu dalam setiap ruang
seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
aku cari kamu
di setiap malam yang panjang
aku cari kamu
ku temui kau tiada
aku cari kamu
di setiap bayang kau tersenyum
aku cari kamu
ku temui kau berubah

ku cari dalam setiap jejak
seperti aku yang menunggu kabar dari matahari
.. pertama kali mendengar lirik ini bie seperti sedang dibius dan begitu tersadar rasanya ingin memaki. yeaah.. ku cari kamu, ku temui kau berubah. lirik yang menyintil dengan tenang. ibarat belati yang menghunus tepat ditempat yang tepat. jleb.

fyi, lirik itu berjudul ku cari kamu yang di senandungkan oleh empat pria yang berkumpul dari sebuah universitas yang dikenal dengan jaket kuningnya. kumpulan empat pria ajaib tersebut sudah ada sejak beberapa tahun silam, namun bie baru mendengar lirik, komposisi musik dan penampilan mereka yang ajaib awal april lalu.

mereka sebut diri mereka: payung teduh

pertama kali mendengar kata itu bie serasa sedang berada di ruang yang ada begitu nyaman dengan angin semilir yang menggoda dari jendela kamar.

payung teduh, seakan menaungi bie dari pelbagai macam rutinitas yang siap menerkam bie ketika terlepas dari kata siaga.


bie bersenandung 'ku cari kamu' dengan rapalan sebuah doa. ya.. aku mencarimu, dan ku temui kau berubah :)

Rabu, 13 Juni 2012

i told you!

akhirnya perkara ini membuka perkara lainnya seperti jamur yang sedang panen di musim penghujan. begitu merekah dan siap untuk disantap. namun berbeda dengan perkara kali ini . mereka seperti siap menerkamku bulat-bulat.

semenjak menangani kasus di akhir pekan lalu, tenaga bie seperti sedang terkuras habis-habisan. rasanya ingin tidur panjang dengan harapan ketika terbangun perkara ini sudah usai. yeah.. itu hanya harapan bie semata. pada kenyataannya, tadi pagi saja bie masih harus berhadapan dengan perkara lainnya.

perkara kali ini imbas/dampak dari perkara sebelumnya, dan bie sudah duga ini akan terjadi.

"coba kau tangani dulu..", begitulah pinta emaak di sebrang pulau sana diantara ketidaksadaran bie.

yaa.. beberapa malam ini bie tertidur cukup pulas. mencerna semua ini sendiri dan mempertimbangan segala sisi baik dan buruknya menguras tenaga bie secara akbar.

seraya mengumpulkan tenaga untuk mengingat apa yang dikatakan emaak dan mengumpulkan tenaga untuk bangkit dari pulau kapuk, bie masih terus berusaha mengingat beberapa slide sebelum bie benar-benar tertidur pulas.

terakhir sebelum tidur, bie masih menyempatkan diri mendengarkan kasus yang sedang menimpa depan kamar bie, bie masih mendengarkan perkembangan yang disebrang pulau sana dan bie masih pun masih sempat memaparkan beberapa hal yang tidak diketahui oleh abah dan emaak tentang kasus kali ini. menjelaskan beberapa pertimbangan dan konsekuensi yang akan dihadapi nantinya.

dan kasus ini adalah salah satu dampaknya.

handphone bie dimana-mana dengan tampilan yang sama satu sama lainnya: beberapa panggilan tak terjawab dan pesan masuk yang sama sekali belum bie baca.

jika sudah begini rasanya ingin me-non-aktif-kan semua bendatakbergerak ini.

data terakhir yang cukup menarik perhatian bie adalah panggilan tak terjawab dari ipar bie. what's going on? bukankah semalam bie sudah bilang, bie terlalu lelah dan harus istirahat. lalu kenapa dia masih terus berusaha menghubungi bie? apakah ada hal yang lebih penting dari pada rasa lelah ini?

belum saja bie menghubungi kembali sang ipar, tak berapa lama abah mengirim pesan dengan hal senada yang di pinta emaak. dan disusul abang bie dengan permintaan yang sama. ada apa ini?

panik..

yaa.. itulah kesan pertama yang bie dapat dari abah dan emaak. begitu pun ipar bie. tarik nafas sejenak.

"tolong kau tenangkan dia..", permintaan berikutnya pun menyusul disaat bie seharus mulai larut membabubuta.
"baiklah, tapi jelaskan dulu ada apa sebenarnya. bagaimana mungkin bie bisa mencari solusi dan menangani hal ini jika bie sama sekali buta dengan apa yang sedang terjadi disana."
================================================================================

membagi konsentrasi antara pekerjaan dan kasus ini rasanya semakin membuat tenaga bie seperti batteray yang begitu aus. baru di charge dan tak berapa lama langsung low. beri bie waktu untuk berpikir....

seraya mengantri di bank bie akhirnya menghubungi ipar bie. menjadi pendengar di satu jam pertama. dia meracau dengan kacaunya. lalu tak berapa lama  bie pun meminta diri untuk menjadi pembicara di lima belas menit sebelum mengakhiri pembicaraan tersebut. pembicaraan tersebut membuat bie menarik kesimpulan:

wanita hanya ingin di dengar bukan mendengar
wanita hanya ingin membicarakan bukan dibicarakan

sebelum bie mengakhiri pembicaraan tersebut, ada pertanyaan yang selalu terselip: trus kapan rencanamu menikah bie?"

nyaris saja bie tertawa di antara antrian ini, tak ada korelasi antara kasus ini dengan kapan bie menikah!

tapi yaa tetap saja harus menjawab dan menyikapi hal ini dengan sempurna.
"belum menikah saja awak sudah di pusingkan ini itu, seharusnya yang menjadi penengah itu kalian karena kalian parboru. awak ini berenya.. makanya cepatlah kalian bisa menghadapi masalah kalian sendiri biar nanti awak cepat lepasnya. i told you!"

di adat istiadat keluarga besar bie, defenisi parboru adalah: anak laki-laki dari klan keluarga.
setiap anak laki-laki disebut parboru, dan bagi laki-laki yang sudah menikah tanggungjawabnya akan bertambah lagi. dan bagi anak perempuan dari klan bie disebut bere. selama ia blum menikah maka dia tak begitu dipandang dikeluarga bie. dan setelah menikah ia haruslah loyal terhadap keluarga suaminya. dengan kata lain: sudah dibeli.

untuk generasi bie, banyak parboru yang pada akhirnya menikah dengan wanita diluar klan, dan ini membuat mereka harus lebih banyak beradaptasi. cukup rumit. dan beberapa hal yang menjadi pertimbangan dikasus kemarin adalah hal ini. maka dari itu tiap kali abah dan emaak mengeluh bak sapi yang sedang melenguh bie takkan bosan berkata: kan udah aku bilang... a.k.a i told u!!!

Rabu, 06 Juni 2012

sosial

bie adalah anak sosial yang kurang begitu tanggap dengan kehidupan sosial yang sebenarnya. maka dari itu bie selalu berusaha untuk mencari celah agar ketidaktanggapan itu bisa sedikit di atasi. setidaknya sedikit usaha sudah bie lakukan.



beberapa waktu yang lalu seorang teman dari negri jiran bertanya tentang kehidupan sosial bie yang katanya begitu padat merayap. katanya berbanding terbalik dengan kenyataannya. tapi begitulah..

kehidupan sosial bagi bie sangatlah penting dan bie dapatkan mereka memang kebanyakan dari dunia lain. semisal forum, dari tahun ke tahun bie akan menjelajah satu forum ke forum lainnya hanya untuk menambah teman. materi memang harta di dunia ini, begitu pun teman. even itu sekedar kenal atau pun teman dekat.

dewasa ini semakin marak aplikasi yang menawarkan kemudahan seseorang untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara virtual. mungkin saja mereka dengan mudahnya memadu kasih secara virtual, saling mendukung secara virtual dan pukpuk secara virtual. adegan saling bertemu atau sering disebut kopi darat hanya dilakukan beberapa kali dalam pekan yang rentang waktunya saling berjauhan.

ketika semasa di zaman abu-abu beberapa tahun lalu, bie penganut ilmu sosial. ya.. bie masuk jurusan sosial bukan karena bie gemar bersosialisai. bie berbanding terbalik dengan tebakan orang-orang, apalagi dengan karakter keluarga besar bie yang plagmatis serta koleris itu.

sebagai anak sosial di era itu, bie kerap menarik diri dari banyak hal. hanya sesekali tampil dikarenakan sebuah alasan saja. prestasi yang hingga kini masih bie akui bahwa kesukaan bie pada dunia itu membuat bie cukup diperhitungkan di dunia sosial kala itu. dan ketika saatnya bie "diakui" itulah saatnya kopi darat dengan banyak manusia yang bie tak kenal satu per satu. pemahaman bie kala itu adalah, biar mereka yang mengenal bie namun bie tak perlu mengenal mereka satu persatu.

seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya bermunculanlah social media yang sering kita sebut socmed. mudah saja untuk bisa saling berinteraksi disana, cukup dengan memiliki akun di jejaring tersebut. itu saja cukup.

jejaring socmed bisa berupa offline atau pun online dan bagi bie itu menyenangkan. pun dengan episode kopdar atau gath, rasanya seperti sedang membuka kunci jawaban dan mencocokkan karakter salah satu teman dunia maya bie di kehidupan nyatanya. menyenangkan.

dan kemarin bie mengikuti acara dari salah satu forum terbesar di negara tercinta ini. bertemu dengan banyak manusia yang bie "kenal" dari dunia maya. bermula dari sekedar kenal atau nama saja kemudian menjadi teman yang benar-benar teman dan sesekali saling bertukar teman.

pada akhirnya bie menyukai dunia sosialisasi dan bie harus pintar-pintar menyeleksi dunia mana yang harus bie huni. 

Senin, 04 Juni 2012

abu-abu

"jadi intinya, status lu sama dia itu apa?", begitulah tanya teman bie beberapa waktu yang lalu perihal status seseorang dikehidupan bie.

abu-abu.

bie pikir zaman saiki sudah tidak begitu memperguncingkan sebuah status. bie pikir. dikeluarga bie, status seseorang di ikrarkan hanya tepat didepan Tuhan, kedua orangtua kedua belah pihak dan beberapa elemen terpenting dikehidupan orang tersebut. selebihnya dari itu. abu-abu.

bie terbiasa dengan status abu-abu, dan pesan mereka jangan terbiasa dengan kebiasaaan itu sendiri.

beberapa waktu yang lalu teman bie memuntahkan semua uneg-unegnya ke bie: "gw gak tau sebenernya gw sama dia itu apa!"

bie: "lah, kalo lu gak tau.. gimana gw bisa tahu?"
temen bie: "bantu gw cari tahu donk..."
bie: "caranya?"

temen bie: "kalo gw tau, gw gak akan tanya sama lu.."
bie: tertawa gamang


dikasus ini teman bie berjenis kelamin sama dengan bie, dan yang membedakan kami hanyalah pola pikir kami. bie sama sekali tak pernah keberatan atau pun mempersoalkan status bie dihadapan orang yang bie cintai. lebih tepatnya bie tak mau direpotkan perihal itu.

bie: "lu cinta sama dia?"
teman bie: "dia duluan yang tanya sama gw, bie.."
bie: "gw gak peduli siapa yang duluan ngemeng atau nanya..! gw cuman tanya, lu cinta kagak sama tu orang dan orang itu cinta kagak sama lu?"
temen bie: "katanya sih begitu.."
bie: "katanya? haha.. ribet bener sih idup lu. lu aja gak percaya dia cinta kagak sama lu, dan sekarang lu rela direpotkan dengan hal yang gak lu percaya? lu tuh lebih abu-abu dari abu-abu cuy.."
temen bie: *cengo'*
bie: "apa peduli lu tentang status lu buat dia? lu sendiri blum percaya sama dia.. kalo emang saling cinta kalian akan saling berusaha. saling berusaha untuk memahami. saling berusaha untuk mengerti. saling berusaha untuk menerima. saling berusaha untuk memberi. lebih dari itu yaa... lu gak jauh dari warna abu-abu. gw lebih suka status "teman". even dia teman special atau bukan, sebelum gw bener-bener berikrar di altar sana, dihadapan Tuhan dan kedua orangtua gw. defenisi teman buat gw adalah sebuah pembelaan diri dari segala bentuk rentetan hinaan orang-orang disekitar gw. abah gw selalu bilang tentang: nothing to lose. untuk hal percintaan pun gw menggunakan prinsip itu dan gw berdiri diwilayah abu-abu."
teman bie: "maksudnya?"
bie: "gw sendiri gak paham arti cinta yang sebenarnya dan gw bukan type manusia yang romantis walau pun gw sering memberikan manusia-manusia disana kalimat-kalimat manis nan puitis. tapi itu gak jaminan kalo gw adalah manusia yang berkarakter seperti itu. dan gw sendiri gak paham kenapa tiba-tiba aja lu dateng ke depan gw terus cerita tentang percintaan nan sadis. lah, gw sendiri ampe sekarang blum dapet sertipikasi lulus dari dunia percintaan.. abu-abu adalah zona aman walau tak nyaman."
teman bie: "lah terus ngapain lu tetep bertahan di zona itu?"
bie: "setidaknya gw masih punya kata aman disana, dari pada gw merengek-rengek mempertanyakan status. perjudian dalam percintaan. udah gak aman trus ndak nyaman.. beugh, mana gw mau. konsekuensinya yaa.. kalo pun dia ndak jodoh gw, setidaknya gw masih aman disebut: teman dan gw masih nyaman untuk bermanja-manjaan. hehe.."
teman bie: "tapi kan itu menyakiti perasaan sendiri. membohongi perasaan sendiri..?"
bie: "nothing to lose mak cik.. gak rugi juga to gw gak dapet status tapi gw dapet perlakuan istimewa ketimbang gw dapet status istimewa tapi dapet perlakuan disama ratakan. uh. demi ape? dan satu lagi.. teman adalah status aman untuk seseorang ketimbang lu disebut orang yang tak dikenal."

bagi bie, wilayah abu-abu sama halnya seperti di era abu-abu beberapa tahun yang lalu. persahabatan, percintaan dan penghianatan itu terjadi pada bab yang sama. begitu pun dengan status seseorang yang belum jelas.

sahabat
teman
gebetan

terangkum pada satu tubuh yang sama dan akan memiliki episode yang sama ketika di era abu-abu tersebut. dan hanya pemenanglah yang akan maju ke depan altar sana, dikalungkan ikatan janji sehidup semati - seia sekata.
ketika itu terjadi, bie akan sebut itu: putih.
disana akan ada cerita baru lagi, dan hitam akan digoreskan tinta hitam. kemudian waktu yang akan membuktikan kembali kejayaannya. akankah putih tetap menjadi putih atau tinta hitam meluruh dan menjadikannya kembali menjadi abu-abu.

Senin, 28 Mei 2012

labirin 1


kita semua saling terhubung..

begitulah tagline sebuah provider yang sering bie temui di layar kaca, dan bie sepakat dengan kalimat itu. perlahan-lahan bie menyadari tali temali yang mengikat satu tokoh ke tokoh lain, satu masa ke masa lain dan satu episode ke episode lainnya.


semisal seminggu terakhir ini saja dulu, akhirnya bie seperti sedang terjebak disebuah labirin yang rasanya ingin segera keluar. namun tak bisa ternyata semua ini saling berhubungan.

semisal --->

garis  biru: garis pertemanan bie
garis hijau: garis labirin 

jika ada pepatah yang mengatakan jodoh itu ndak mungkin jauh-jauh, ehmm.. dengan hal ini terbukti bahwa jodohnya temen bie adalah abangnya temennya temen bie. haha.. pertama  kali menyadari hal ini rasanya bie ingin menertawakan keadaan ini. how can?

semua ini berawal dari ketidangksengajaan, benar-benar terjadi begitu saja. ketika teman bie tersebut butuh sesuatu yang bie tak bisa lakukan akhirnya meminta teman bie yang lain dan teman bie itu meminta temannya lagi. kami terbiasa saling bertukar seperti ini dan hingga suatu ketika temannya teman bie itu mengakui sebuah hal pada bie: "bie, gpp kan kalo abangku akhirnya jadinya sama temanmu?"

cukup lima detik bie tertawa. wew!

"its ok.. congrats for them lah klo bie mah, ndak nyangka akhirnya bie bisa mempertemukan tulang rusuk yang terselip. hehe.."

cuman disatu sisi bie agak amazing juga sih dengan semua benang merah ini. labirin ini berawal dari ketidaksengajaan bie. benar-benar bie ndak sengaja, bie akhirnya menyadari hal ini ketika bie mulai merunut semua ini. dan benar saja, seperti sedang mengurai benang kusut..

ada lagi korelasi yang lebih ribet, bie sendiri  pusing untuk menjelaskannya 

semua ini benar-benar tanpa sengaja, terjadi begitu saja dan on the spot. untuk kali ini tidak saling mengenalkan. sungguh!

ada satu garis yang berwarna hijau disana, garis istimewa. ihiiirrr...

mau menjelaskan ini satu persatu atau menggurainya satu persatu rasanya bie tak mampu, out of my control!

dikarenakan hal ini bie rasanya ingin pindah ke planet lain yang sekiranya tak ada makhluk yang bie kenal dari kehidupan sebelumnya.

ini masih sekelumit bagian labirin yang bisa bie paparkan disini dengan segala keterbatasan bie. sesekali bie menghela nafas, mencerna semua ini. bola dunia yang sekiranya begitu besar ternyata hanyalah selebar daun kelor. karena masing-masing dari tokog di atas berdomosili di beberapa propinsi yang berbeda dengan bie. kami di pertemukan di masa yang berbeda pula.

bayangkan saja, bagaimana mungkin bie dan teman smp bie yang sekarang tinggal di pulau yang berbeda akhirnya seperti memperbesar lingkaran kami dengan adanya dua sejoli diantara pertemanan kami. atau mungkin tentang tali asmara yang sempat bie jalin yang ternyata beliau adalah....... jeeengg... jeenggg... 

tapi inilah hidup yang bie rasa bukan sekedar hidup, ada sisi lain yang menarik untuk bie telaah..

so.. bagaimana dengan "labirin" yang kalian punya? sudahkah kalian sadari jebakan-jebakan betmen yang manis ituh?

lain kali bie akan paparkan labirin lainnya.. janji!

Rabu, 02 Mei 2012

kandang ajaib

ada yang menarik bagi bie akhir-akhir ini. yaitu perihal adanya perubahan yang signipikan di kostan bie. dan ini membuat bie menamakan si kostan itu menjadi, kostan ajaib. yaa ajaib..

jadi seminggu ini tetiba kostan bie yang full. semua kamar terisi secara bersamaan. bie aja takjub. how can..

berawal dari empunya kostan yang bie sering sebut "bapaknya", jadi si empunya kostan inih ndak tinggal disana. cuman sering kali datang untuk ngecheck apakah investasi masih ada ditempatnya atau sudak dilalap bumi. dan ajaibnya, begitu si bapaknya nongol, beuuugghhh... semua orang langsung masuk ke dalam kamarnya masing-masing. pertama kali bie liat pemandangan kya gitu sih agak takjub juga. yaa ndak sopan mosok ada orang dateng tapi ditinggal kabur.

bagi bie, itu ajaib.

ajaib yang kedua adalah si penjaga kostan. banyak cerita miring tentang si penjaga kostan yang satu ini. tapi bagi bie, yaa terlepas dari cerita miring itu jika mau memberi yaa memberilah. tak baik menahan berkat.

bagi bie, manusia yang satu itu ajaib.


yang ketiga adalah tentang penghuni ehmm labil yang ajaib, jadi dia itu ada di kamar luar. kita sebut kamar luar karena letaknya dia dibagian luar, ndak didalam kya kamar bie dan lainnya. jadi si penghuni labil yang ajaibnya isinya para cowok-cowok muda yang memang masih muda dan pastinya labil gitu. sebulan yang lalu ndak tau kenapa tetiba mereka pindah ke tempat lain. dan kemarin mereka muncul lagi dikostan itu. gitu tau mereka 
"balikan" lagi, bie cuman bisa ngikik. cieee.. yang balikan cieee. dan ajaibnya lagi pas kemaren sore bie mau pegi, salah satu dari mereka ngintil. minta ikut. hahaha.. ajaib benerrr dah si brownis-brownis iniihh


dan yang keempat, kamar pertama di bagian dalam kostan bie. penghuni kamar ini adalah sepasang suami istri yang ajaib. yeaaahh.. ajaib karena si suami nyaris tak bersuara sedangkan istrinya beugghhh... dia dimana bie dimana. dan konyolnya si istri pernah cemburu pada bie, ehmm... mungkin karena bie ndak type jaim gitu. jadi beberapa waktu lalu si suami penghuni itu nyapa bie dan terkadang becanda sama bie. klo bie sih nyantai aja, selagi ada yang bisa dibully kenapa kacang.. ehh why not. dan si istri malah curhat ke penjaga kostan. maka ngakaklah bie dengan sempurna. setelah itu bie jadi lebih jaga jarak kya kontener. yaa males aja sih di omongin dibelakang gitu. klo kenapa-napa sama rumah tangga tu orang, bie lagi yang kena. lagian ajaib aja, mosok suami yang masak di dapur.. jadi bie sering becanda sama si suaminya itu didapur. 

ajaib berikutnya adalah penghuni baru yang entah gegara apa ngepens gilaaa sama bie. sempet shock eeh masih shock deng karena bie belum pernah ngobrol sama dia sebelumnya. cuman say hallo aja klo papasan didapur atau gimana. bie malah lebih banyak keselnya sama tu orang. karena kamar mandi selalu ada dia tiap bie mau ke toilet. toilet emang bukan cuman satu tapi yaa mbok jangan tidur ditoilet yang itu po'o. kemarin bie beberapa hari ndak bisa tidur karena keberisikan suaranya, klo bie pulang dari negri antah berantah dia akan bersikap manis menyambut bie. dan teman-teman bie akan menahan tawa mereka jika melihat peristiwa ini. emaaakkk.... anakmu dikejar-kejar cewek psycho :))

akhirnya kemaren bie komplen ke penjaga kostan, yeaah.. berharap dia mau memberitahukan kepada penghuni yang satu itu untuk menjaga volume dan intonasi suaranya. dan penjaga kostan itu tau klo bie marah maka......................... jadi lebih baik lebih baik dan dari pada dari pada better bie diem aja lu.


selamat datang di kandang ajaib yang masih menyimpan banyak cerita para penghuni ajaib lainnya.

Sabtu, 28 April 2012

what if

"berhentilah tertawa dengan kepalsuanmu, vera"

seketika bie terkejut dengan ucapan teman bie. tawa palsu. sedemikian menyebalkankah kehidupanmu kisanak, hingga tawaku pun menjadi sebuah perkara bagimu?



baiklah mari kita urai permasalahanmu denganku, bilakah aku menertawaimu kala duka? bilakah aku menertawaimu kala terjatuh? bilakah aku menertawai kala kau terluka? aku tidak sedang menertawaimu, aku hanya sekedar menertawai kebodohanmu kala itu. yaa.. kau bodoh. aku bodoh. kita bodoh.


berulangkali ku katakan padamu, aku tak sesempurna yang kau pikir. aku tak sehebat yang kau pikir. anggap saja tawaku adalah bentuk lain dari penutup lukaku. dan jika kau terluka kemudian meraung-raung menangis agar semua orang memperhatikanmu, apakah lukamu akan sembuh?



bagaimana jika tidak?
kau dapat lebih cerdas dari saat ini, kau tahu bagaimana cara menyembuhkannya.. namun kau tak mau melakukannya. dan bagiku saat ini, ini seperti sebuah lelucon sepanjang masa. kau lapar tapi tak mau bergerak untuk menggapai apa saja yang dapat kau makan. kau tak lebih hina dari para penggemis di pinggir jalan saja, kau mengerti?


bagaimana jika kau tidak mengerti?
akhirnya aku tahu tak mengerti maksud tawaku. miris. kalimatmu seperti pisau yang bermata dua. aku tak tahu bagian mana yang akan mati tertusuk atau sekedar menyakiti. aku tak ingin disakiti dan pilihannya aku harus menyakitimu. maaf.. hidup itu adalah pilihan harus ada yang tersakiti.


bagaimana jika kau tak rela ku sakiti?
kau akan terus mengatakan hal ini padaku. tentang tawaku yang palsu atau tentang ekspresiku yang tak bersahabat. kau hanya mau mendapatkan apa yang kau mau, itu saja bukan? dan aku hanya ingin membuatmu mengerti bahwa tidak semua yang kau mau harus kau dapatkan. aku bisa apa.


berpikirlah dulu sejenak. rehat dari apa yang dunia inginkan darimu. perhatikan lakumu, kau pernah melakukan hal ini padaku. dulu. dan aku tahu bagaimana caranya membalikkan mata pisau itu tepat ke hadapan batang hidungmu.


adakah kau tahu, aku pernah kehilangan segalanya ketika kau berkata hal ini? adakah kau tahu, aku pernah meninggalkan taman ini ketika kau melakukan hal yang sama kala itu? dan kali ini aku tak ingin meninggalkan dan ditinggalkan.. bagaimana jika kau saja yang berhenti melakukannya?


teman..hidup ini terlalu singkat. duduklah sejenak disampingku, kita nikmati hidup ini seperti di sore hari ditemani secangkir senja. kala semua aktifitasmu telah usai, adakah kau pernah menikmatinya?
teman.. hidup ini sebuah panggung sandiwara, dan Ia adalah penulis ceritanya. mainkan saja lakonmu seperti disebuah panggung srimulat bukan seperti di acara dunia dalam berita. tak usah terlalu serius, kita bukan para pelaku kejahatan yang hidup dengan kecemasan. kau terlalu serius menanggapi hidupmu, jadi memang sudah bagianku yang menertawai hidupmu..


what if ..

Rabu, 25 April 2012

hap.. hap.. hap.. pecahkan saja mesin waktunya (n_n)

*berhubung curhatnya rada panjangan maka dirangkailah banyak aksara dalam bentuk notes

.. sebulan ini sering membaca seruan hati beberapa teman (anggap saja mereka teman, kenal ndak kenal) di linikala si saiah.

waktu kian cepat berlalu atau ada juga yang sebaliknya... dan dibalik keramaian angka yang dihadapan saia, yaa sesekali menyempatkan diri mengintip apa yang sedang terjadi dihalaman ini. ehmm.. atau lebih sering mengintip angka dibalik keramaian halaman ini ya? trus kapan kerjanya? aahh sudahlah itu urusan saia kapan saia harus bekerja..
*tsaah.. songong! 

status seseorang dilinikalaa dapat menggambarkan pekerjaan seseorang, setidaknya itulah kesimpulan saia saat ini. yaa kalau pun anda punya pendapat lain silahkan tuliskan di notes anda sendiri. adapun kesimpulan tersebut saia bentuk dari beberapa pengamatan kecil..

misal, seseorang yang berseru tentang waktu yang cepat berlalu adalah ia yang pekerja keras dan di bulan april ini mereka yang senasib dengan saia (tapi saia bukan termasuk orang yang pekerja keras, saia hanya tercebur di dunia angka ini. tak sengaja tercebur, itu lebih tepatnya)  adalah mereka yang sedang senang bermain bersama angka. bermain? yaa.. bermain adalah istilah lain untuk menghibur diri sendiri.

sepertinya baru kemarin merasakan keriuhan april mop. sepertinya.. karena pada kenyataanya kemarin itu benda tak bergerak saia dibanjiri dengan pesan masuk dari beberapa rekan kerja perihal gaji mereka bulan ini.
"mbak.. jangan lupa yaa besok udah tanggal 25, saia email absensinya setelah jam makan siang"
berikut adalah salah satu "peringatan" mereka.. 
*seandainya saja yang memberi pesan tersebut adalah prince harry, aahh alangkah manisnya
*itu pemberitahuan veraaa, bukan bentuk perhatiaan *toyor kepala sendiri*

dan saia hanya dapat tercengang, tanggal dua lima ?????
kok cepet banget? aahh ini pasti april mop.. *sedang menipu diri sendiri
itung gaji lagi donk? aahh gajinya dirapel aja deh, toh gaji yang kemaren belum habis.. *alasan karena males hitung gaji

nyampe kantor sang majikan udah nempel post-it serupa pelangi tapi tetep aja judulnya "ingat" dan "jangan lupa", ebuuteettt... lirik kalender rasanya pengen ngrobek tanggalan aja, lirik jam di dinding rasanya pengen cabut batrenya aja atau lirik Tuhan biar dipinjem remote trus pencet tombol: pause!

berhubung masih pagi maka semangat pagi yang saia bawa dari kandang agak saia lebihkan, persiapan untuk longwiken dibulan mendatang. setelah "usaha cari muka" selama sebulan ini berjalan mulus yaa sepertinya ini waktu yang tepat untuk minta izin tiga hari. keringat dingin, nafas mulai tak teratur, mulai merapal doa... daaannn eng.. ing.. eng.. sebelum saia manggil majikan ehh majikan dah manggil saia duluan. beugh.. deg-degannya melebihi deg-degan kalo ketemu gebetan. pernah donk ngrasain kya gini? klo ndak pernah yaa... silahkan ke psikiater terdeket, cemas anda tak normal.

"vera.." 
"yaa.."  
"longwiken bulan depan kamu kemana?"
"..."  *diam bukan berarti tak punya rencana perjalanan, ini sedang sibuk merapal doa dan mengumpulkan keberanian
"tolong print eticket saia yaa.. longwiken bulan depan kamu stay di jakarta aja yaa, saia mau pergi dulu"
"baiklah.." *ini rasanya S.A.K.I.T    B.A.N.G.E.T

dengan langkah gontai kembali ke meja kerja, sok menyibukkan diri menghitung gaji. aahh buat apa gajian klo ndak pergi kemana-mana.. *muka sok datar padahal mah kecewa tingkat dewa*

tak lama setelah itu ada telphone masuk dari konsultan kantor
"bu.. ini direkening pernah ada salah transaksi ya?"
"ehmm..  ada bu, kira-kira di akui apa ya?"
"kita samakan pengakuan aja bu.."
"nah makanya itu bu, saia kosongin baris itu karena saia sendiri ndak tau mau mengakui itu sebagai apa.. mosok ta bkin transaksi tanpa status?  *kalimat terakhirnya curhat bangeett, sempet-sempetnya lhooo
"..."  

aahh sudahlah.. wake me up when april end

Selasa, 24 April 2012

pada mulanya aku hanya melanjutkan perjalananku seraya bercengkrama sejenak, pada siapa pun makhluk yang ku temui..


ketika aku memberanikan diri keluar dari taman ini, beranjak dari bangku ini:
melepaskan pandanganku dari pelangi
menyudahi perihku pada lebah
mengabaikan buaian angin yang syahdu
bahkan mengalihkan sejajaran semut yang kerap kali membuatku tertawa


aku takkan pernah tahu apa yang akan terjadi diluar taman ini, dan aku tak pernah menyangka dengan siapa aku akan berbicara nanti. que sera sera !


kerap kali aku terjatuh, tertatih dan tercabik
sering kali aku memaki, mengumpat dan mengutuk dunia.. entah demi apa.
aku hanya ingin berdiri, seruku pada diri jiwaku.


kau tahu rasanya terjatuh didunia yang tak kau kenal? ketika semua orang hanya memberikan tatapan mereka semata. aku terhina, tapi untuk apa? ingin menangis, tapi untuk apa? aku hanya ingin berdiri dan melanjutkan kembali perjalananku, hanya itu. mereka sama sekali tak mengulurkan tangan mereka untuk membantuku berdiri. tidak sama sekali.


lalu kau datang, atau hanya sekedar ingin berlalu.. entahlah. kita mulai bercengkarama. tentang basa-basi busuk yang aku sendiri perlu mengkerutkan keningku untuk mengingat kembali. aku tak memperhitungkan hal ini di dalam perjalananku. aku pikir, setelah ini kau pun akan berlalu. aku pikir. pun dirimu, tak mengulurkan tanganmu untukku berdiri.


tapi apa.. aku kembali melanjutkan perjalananku. kau menemani aku memulihkan tenaga, tanpa sengaja dan tanpa ku rencanakan. aku bukan hanya berjalan namun juga berlari mengejar matahari dan bercengkrama dengan rembulan. bukan hanya pelangi yang ku temui.. dan aku pun berteman dengan hujan.


yaa.. pernah ku katakan padamu betapa aku tak bersahabat dengan hujan. bagiku hujan itu menjebak. bayangkan.. akan kemana kau jika hari sudah hujan? macet, becek dan pastinya banjir. begitu pun dengan imajiku. hujan membuatku aku terduduk diam di dekat jendela. mengulang kembali kenangan dimasa lalu. yaa.. aku masih hidup di masa lalu. ketika ibuku memarahiku karena aku sakit setelah mandi hujan.


aku dimasa kecil terlalu ringkih, terkadang aku tak menyukai aku dimasa itu. aku tak dapat menjaga keseimbanganku. aku kerap terjatuh dan akhirhnya terluka. aku kerap sakit hanya karena gerimis. gerimis.. yaaa... hanya tetesan kecil gerimis dapat membuatku terbaring sempurna di rumah. lalu bagaimana mungkin aku dapat bersahabat dengan hujan..


jika sudah begitu, aku hanya dapat memperhatikan hujan dibalik jendela. hey.. apakah kau pernah menatap tetesan hujan yang tepental dari bumi? kau lihat tidak bentuknya seperti apa? aku melihatnya seperti mahkota... yaaa mahkota. hujan telah menjebakku diruang imaji.


padamu ku sematkan sebuah lencana: teman seperjalanan tanpa perjalanan..
denganmu aku mampu berdiri tanpa harus merengek atau pun mengutuk, aku ingin melanjutkan perjalananku (denganmu).

Senin, 23 April 2012

napak tilas

*mari rehat sejenak dari kepenatan yang menyesakkan ini..




.. akhirnya bisa kembali ke kota itu dengan tujuan yang sebenarnya: napak tilas ketika di zaman putih abu-abu.


awalnya masih bimbang antar jadi pergi atau tidak, tapi yaa itu lagi.. kalau ndak jadi pergi lalu kapan lagi? sempat panic karena jumat pagi majikan bilang bie lembur disabtu. heiks? lalu bagaimana dengan janji? ehmm.. bie yang type manusia yang suka umbar janjian, haha sempet kesel sendiri sih begitu ingat janji sama ini itu. maka dari itu bukannya bie sok sibuk tapi ya begitulah.. bie selalu jawab: bie tak tahu besok akan hidup dimana. tiwas bie pernah bikin janji pada seseorang dikehidupan masa lalu..
*tsaaahh.. jitak kepala sendiri



akhirnya sabtu siang di pastikan bie berangkat ke kota sebelah hanya untuk menapak tilas. sembilan tahun yang lalu..


hey..  bie pernah janji kan ya akan datang ke sini sembilan tahun yang lalu? lihat.. kali ini menggenapi janji bie. lalu dimana kalian yang pernah berikrar bersama bie? kalian ku maafkan karena sibuk dengan keluarga masing-masing.. tapi bukankah masih ada "manusia" yang  berstatus sama dengan bie?

tapi yasudahlah.. masing-masing dari kita masih sibuk untuk menggapai mimpi yang kita mau. toh jika kita memang benar-benar ingin bertemu, kita masih berada dikota yang sama. demi mimpi, masing-masing dari kita. kita?
*tsaaahh.. gw aja kaleee, lu gak :p



bie kembali ke kota itu dan bermalam dirumah seorang teman. awal keberangkatan ke kota itu disertai dengan sebuah perkara yang sempat membuat bie ingin menertawai diri sendiri. bie dan teman bie itu janjian distasiun senen, walau kostan kami berdekatan tapi bie pikir akan lebih hemat waktu jika kami bertemu disana saja. dia harus nguli terlebih dahulu..


begitu dia bilang: im ready dan bie pun ready maka kami sama-sama beranjak dari peraduan kami masing-masing. tiba distasiun ternyata kereta api meninggalkan kami tepat dihadapan kami. yaaa... kami menyaksikan gerbong itu melaju meninggalkan kami. kami pun tertawa bersama-sama.. rasanya sama kya ditinggal jodoh yaa, gurau kami bersamaan.


waktu tempuh menuju kota itu kurleb dua jam, dan dihabiskan dengan sesi laporan. yaa manusia yang satu ini agak aneh, for your information.. dia bertanya banyak hal tentang lelakinya atau pacarnya atau apalah itu. laahh yang pacaran siapa yang lebih tahu siapa.. ckckckck..


tapi inilah pertemanan kami, pertemanan yang aneh.. pacarnya dan adeknya sudah seperti pacar bie dan adek bie..
*lol


tiba dikota itu dengan sisa hujan dimalam minggu.. aahh malam minggu dikota ini. bukan hanya mengenang zaman putih abu-abu, tapi juga mengenang banyak kisah. termasuk tentang keluarga cemara..

bie menyebut keluarga bie itu keluarga cemara, kami hanyalah keluarga sederhana yang benar-benar sederhana. dari sekian banyak tahun yang pernah bie lalui, bie ada dikota ini selama tiga tahun dan selama itu pula bie akhirnya bisa hidup seatap bersama keluarga secara lengkap. abah, emaak, abang, bie dan kedua adik bie...

dikota ini...



dan sepanjang malam kami habiskan dengan saling menceritakan masa lalu dirumah nendes.   perihal nendes dan eia pun termasuk hal yang unik..


bie - eia - nendes
nendes itu anak 1.3, bie anak 1.4 dan eia itu anak 1.9.... dulu kami itu bukanlah teman dekat. ehmm mungkin lebih dari sekedar kenal, tapi waktu yang menyatukan kami
*tsaaaahh..


nendes dan eia adalah dua murid yang cerdas, mereka berdua ini anak ipa dan bie sendiri yang anak ips. lucunya pas lagi cerita tentang zaman putih abu-abu, tingkat kecerdasan si nendes ndak bisa mengulang atau mengingat kembali apa-apa yang pernah terjadi di masa itu. begitu pun nama beberapa teman kami dimasa itu. klo eia masih ingat beberapa teman sekelasnya. dan bie? ini yang membuat mereka takjub, begitu pun dengan bie yang takjub sorangan.... bie mengingat nama, kelas, warna tas dan kebiasaan mereka dan nama-nama yang mereka sebutkan.


oh ya.. bie sempat menikmati kembali semangkuk bakso yang biasa bie nikmati dimasa itu. dulu rasanya tiap kali disuguhkan sajian itu rasanya mahal sekali, namun kemarin rasa dari bakso itu sudah memudar. tak senikmat kala itu..


aahh mungkin minggu ini bie akan napak tilas dizaman merah putih. tak butuh waktu lama jika ingin ke tempat itu karena bie masih dikota yang sama dengan sekarang ini. hanya saja bie tak menyimpan sedikit pun nama teman-teman bie dimasa itu.


di era merah putih bie hanyalah seorang anak yang sibuk dengan dunianya sendiri. bie masuk selalu terlambat, bie ndak pernah bicara dengan siapa pun selain guru...


blasss.. bie ndak punya ingatan dan teman dimasa itu.. mungkin bie ke sana hanya sekedar duduk dan memutar slide memory. replay.