Tampilkan postingan dengan label my poems ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poems ^^. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

kasih adalah (mbak) love !

kasih itu berwarna apa mbak ?

apakah aku boleh mewarnainya serupa dengan kertas ini

putih

bukan merah muda atau pun pink

... dan kau hanya menjawabnya dengan senyuman

kasih itu bentuknya seperti apa mbak ?

apakah aku boleh memberikan lengkungan diantara gambarmu ?

sayap

bukan bentuk hati yang seperti aku lihat di kartu ucapan saat hari kasih sayang

... kali ini pun begitu

kasih itu ada dihari apa mbak ?

apakah aku boleh memperingatinya pada 14 januari 2011

bukan pada saat 14 februari ketika harga cokelat dan bunga melonjak tinggi

... kau pun terdiam

kasih itu sebesar apa mbak ?

aku ingin memenuhi setiap sudut dari kertas ini

... aku tak mendengar jawabmu, tapi aku melihat jawabmu

eeeng iiingg eengg.... lihat gambarku mbak

mbak bisa terbang !

mbak seperti malaikat !

.... mungkin saja Ia memang menciptakan mbak sebagai malaikatku

nb : dear mbak, ini bukan bagian dari gombalan saia but ...... saranghaeyo !!!

ma'acih buat semuanya..Kiss

Senin, 23 Mei 2011

hari minggu itu..

.. saatnya mengembalikan keadaan menjadi normal !

but pertanyaannya adalah... sejak kapan bie dicap normal? hehe... saia menjalani hidup yang mereka sebut normal dengan kegilaankegilaan yang saia punya :)

first thing... kembali bangun jam 5. lebih tepatnya sih kebangun eeh apa ndak bisa tidur yaa? okay... anggap saja saia tidur, jam 5 keadaan kandang sudah rame. anakanak atas itu bangunnya lebih pagi dari anak bawah... awalnya merasa ini ndak normal ! tapi lamalama sudah terbiasa :)

inilah salahsatu bukti kembalinya saia ke taman ini

tinta cinta

tintaku belum habis untuk menulis

ku tuliskan sebuah nama

namamu

ku goreskan sebuah gambar

wajahmu

ku rangkai sebuah paragraph

tentangmu

tintaku tak kunjung habis

abah bertanya padaku, ingin menjadi apa aku kelak

penulis !, kataku dengan yakin

aku ingin menulis semua tentangmu

karena tintaku tak kunjung habis

dan

cintaku takkan pernah habis


setelah baca ini dilarang bertanya sapa inspirator dari tulisan ini :P


okaayy.. kembali ke hari minggu. hari minggu itu saatnya saia kembali menikmati sepi dan sendiri diantara keramaian. aneh? memang.. :)

hari minggu adalah hari menjelang saia mendapatkan "surprise". karena di senin 23 mei 2011, 15 : 51 wib , saia dikejutkan oleh janji si tinta cinta itu. aahhhh jantung ini serasa berhenti sejenak !

1. apakah doa si mbak benarbenar manjur?
2. apakah Tuhan kembali guyon sama saia?
3. apakah.. apakah.. apakah...

aaaahhh... aku suka situasi ini !

but kembali ke situasi ini make me teringat apa kata pak mario teguh. cinta adalah suatu kebebasan yang dibatasi oleh biaya. weedeew... wanna sai "hey.. itu saia !"

okay.. dear God, saia tunggu kejutankejutan manis lainnya :*

Senin, 28 Februari 2011

rail

segaris lurus
karena garis itu lurus
tidak ke kiri
tidak ke kanan

bergaris
lurus

garis yang membawa tiba dihadapanmu
sesekali melengking
rehat

pecel
lemang
ayam
burung dara

mereka mengantarkan aku duduk disampingmu

tersenyum pada hamparan hijau
sesekali menyapa tanah kosong

matahari berganti rembulan
rembulan kembali berganti matahari
aku tiba dikotamu
tapi bukan untuk berjumpa denganmu

hanya sekedar menyapa
sekedar

Senin, 24 Januari 2011

rindu

ketika ku sebut satu nama... itu hanya namamu
hanya itu

rindu

hanya itu yang dapat ku sebut dilembaran maya ini.

namamu bukan maya
tapi aku memaksakanmu masuk dan terjebak ditaman maya.

ini bukan taman
ini memang rindu

aku rindu melihatmu bermain ditaman ini, entah dengan siapa aku sungguh tak peduli.
aku rindu menatapmu lekat dan lebih dekat lagi
aku rindu melakukannya

aku rindu menantimu
aku rindu menyapamu
aku rindu menyentuh peluhmu
aku rindu menuliskanmu dalam lembaran maya ini

aku rindu

hanya kata itu yang tersisa dalam gemuruh kerinduanku kepadamu

Senin, 10 Mei 2010

aku ingin menangis

bukan karena rotiku yang tanpa kismis
atau kopiku yang tak manis
jika kau melihatku meringis
itu karena aku ingin menangis

malam ini tak ada lagi katakata romantis
yang ku dengar hanya kalimat sadis
jika kau melihatku meringis
itu karena aku ingin menangis

bintang pun kini tak lagi berbaris
pelangi tak lagi bergaris
jika kau melihatku meringis
itu karena aku ingin menangis

peri mati, mati peri

peri menari bukan berarti sambil bernyanyi
meliukliuk hingga ia menyerupai api
berlari ke kanan dan berhenti di kiri
berjalan menjauh dan kemudian menepi

peri bernyanyi bukan berarti itu dari hati
ia hanya menyuarakan apa yang dikatakan sepi
berteriak dan melonglong layaknya kinanti
meniadakan tangga nada hingga dinada tertinggi

aku bukan peri
tapi hanya seseorang yang tak punya hati
aku bukan peri
tak perlu kau sedemikian memaki

jika aku peri
aku tak ingin ada disini
jika aku peri
biarkan aku mati

Senin, 18 Januari 2010

aku tak akan pernah mencintai caramu mencintaiku

aku tak akan pernah mencintai caramu mencintaiku
seperti oase yang tampak menghilangkan dahagaku

caramu yang menyejukkan layaknya embun
caramu yang meneduhkan seperti pohon rindang
aku tak akan pernah mencintai caramu mencintaiku
tak akan pernah

aku tak akan pernah mencintai caramu mencintaiku
walau ia tlah pergi tanpa jejak
walau ia meninggalkanku tanpa pesan

aku tak akan pernah mencintai caramu mencintaiku
seperti matahari yang tak akan bertemu kepada rembulan

.....salju....

saljuku tlah mencair
kemudian mengalir dan bermuara
mungkin akan segera membentuk hujan
mungkin


karena aku tak mengenal sang salju

...............................................

sang Agung

hujan datang tanpa genderang
begitu pun ketika pelangi beranjak tanpa sebuah salam
satu persatu hujan memberikan tiap tetesannya kepada bumi
tak menghiraukan birunya awan

kepada debu hujan meminta maaf
kepada angin hujan memberikan senyum
lalu pelangi ?
pelangi terbang tanpa sayap
pelangi berlari tanpa kaki
entah kemana !

bilakah aku mengerti tentang waktu
adakah ia tahu ketidakmengertianku akan sang jingga
kepada Sang Agung kan ku pertanyakan hal ini…

Kamis, 03 Desember 2009

natal putihku....

jika kau mendengar sebuah lonceng yang akan berdentang
itu untukmu...
lonceng yang diiringi doa dan harapanku sepanjang tahun

jika kau melihat gemerlap lampu pohon terang
itu untukmu...
kerlapkerlipnya takkan membuat matamu terpejam walau sejenak

jika kau mendengar kidungkidung pujian yang begitu syahdu
itu dariku untukNya...
Ia yang selalu mendengar doadoa dan harapanku sepanjang tahun

jika kau melihat bintang yang begitu terang bersamaan orangorang majus
itu pertanda dariNya..
Ia yang selalu melihat perbuatanperbuatanku dan takkan melepaskan pandanganNya dariku

natalku adalah natal putih
tak perlu jamuan mewah
tak butuh hiasan indah
tak usah kado istimewa

natalku adalah saat ku pastikan Engkau masih ada untukku
natalku adalah saat ku yakinkan aku setia bersamaMu
natalku adalah natal putih, dan Kau akan memberikan warna ketika malam natal tiba....

Jumat, 16 Oktober 2009

jangan percaya !

sudah ku katakan jangan percaya pada apa yang ku katakan
aku tak sebaik yang kau pikir
sekali lagi ku katakan padamu jangan percaya pada apa yang ku ucapkan
aku tak sejahat yang kau kira

aku tak punya rasa
aku tak punya hati
aku tak punya otak
aku tak punya apaapa untuk ku berikan padamu
jangan percaya jika aku pernah berjanji akan memberikan hidupku padamu
jangan pernah mempercayainya karena aku sudah mati

jangan pernah percaya pada airmataku
jangan pernah percaya pada senyumku
jangan pernah percaya akan bujukrayuku
jangan pernah percaya akan senandungku
jangan percaya !

jangan percaya padaku yang bukan apaapa
jangan percaya padaku yang tak punya apaapa
jangan percaya !

Rabu, 07 Oktober 2009

pesan abah yang manis

jangan menangis
itu pesan abah saat hatiku teriris
ia tak pernah pedulikan aku yang meringis

lupakan temanmu yang sadis
itu pun pesannya saat aku mulai kehilangan kata manis
ia mulai membuatku menjadi autis

mungkin abahku mantan komunis
ia menjadikanku seorang yang sadis
yang lupa bagaimana caranya menangis
yang lupa bagaimana tersenyum manis


abah dan rambut klimis
abah dan pesanpesannya yang berbaris
abah dan nasihat si buah manggis
bilakah ia dapat menangis ?

Senin, 14 September 2009

tentang pelangi

mari kita mulai bicara tentang pagi
mungkin saja ada peri yang sedang menanti

mari kita mulai bicara tentang hati
lupakan duka yang sedang kau ratapi

mari kita mulai bicara tentang sandi
agar sukaku tak dilalap oleh api

mari kita mulai bicara tentang pelangi
oh tidak… pelangiku sudah mati

Rabu, 29 April 2009

aku dan rasa

aku membencimu, seperti rasa benciku kepada

susu putih yang ada disetiap pagiku

bebek panggang yang pernah ku jumpai dipecinan

semangkuk brenebon yang pernah dia ceritakan padaku





aku mencintaimu, seperti rasa cintaku pada

secangkir kopi yang selalu ada dihari-hariku

tempe goreng yang selalu ku jumpai diwarung si ibu

roti bakar yang selalu ayah bawakan untukku





aku membencimu, seperti rasa benciku pada

hujan dimalam hari yang akan membuat asmaku kambuh

rumus matematika hingga membuatku gila





aku mencintaimu, seperti rasa cintaku pada

pelangi sehabis hujan yang tak lupa dengan warnawarna indahnya

puisi-puisi indah yang disampaikan sang penyair





namun rasa cintaKu padaNya tak pernah dapat ku andaikan...

aku mencintaiNya melebihi rasa kopi yang pernah ku nikmati . . .

Sabtu, 07 Maret 2009

tersesat walau sesaat

berjalan lurus dan berhenti ketika di persimpangan

kemudian berbelok....

kiri atau kananku

sesaat aku mencari dan memilih jalan tikus

tanpa tikungan berarti

tanpa terjalan menanti

stop !

seketika aku terhenti

baru ku sadari, ini bukan jalanMu

berhenti

berbalik memutar arah

tersadar, aku yang tersesat walau sesaat............

diam

dalam diam aku berkata
tentang sebuah rasa
tentang kita

dalam diam aku menangis
karena hati yang teriris
ku hanya mampu meringis

dalam diam aku berseru
tentang kayu yang menjadi abu
adakah kau tahu

dalam diam aku mengumpat
memaki pun aku tak sempat
karena aku hanya diam ditempat

dalam diam
hanya diam
cukup diam
dan diam

Jumat, 27 Februari 2009

membuka kembali

berikan salam pada sebuah luka
pagi ini aku akan menghampirinya
kembali
ada dititik yang sama
dengan angin yang sama

tak perlu kata sambutan
tak usah ada kata pengantar
cukup sebuah salam

ini bukan rasa yang sama
lagi
tapi ini masih
dengan luka yang sama
lagi


mengingat kembali kenangan yang ada
mengulang kembali sejarah kita
membuka kembali kotak cerita
antara aku dan dia

Minggu, 22 Februari 2009

aku yang (tak) termaafkan

satu langkah setelah kau menoleh
adakah kau sadari kehadiran ini
sepi
itu yang ku rasa



dua langkah setelah angin berlalu
masihkah kau tak menghiraukan aku
sedih
itu yang ku rasa



aku dan kamu
saya dan anda
daku dan dikau
aku dan engkau
tidakkah kita bisa seperti dulu



palingkan wajahmu, lihatlah.....
ini aku yang (tak) termaafkan
membawa sebuah perdamaian atas penyesalan

m a r i

mari kita bernyanyi

dalam hati

hingga nanti

kita mati



marilah kemari

mari kita menari

dalam sepi



tak usah tanyakan ada apa lagi

karena aku sudah mati

mati untuk mencintaimu kembali

ku tahu kau tak peduli



mari mengerti

tentang keadaan ini

aku memang begini

disini dan takkan

disini aku menunggu dan takkan ku pergi
menunggu dirimu walau senja tlah lama ku lalui
tak kuhiraukan berapa fajar yang telah dilewati

disini aku berhenti dan takkan ku lari
berhenti memikirkan berapa besar rasa dihati
galau dihati bukan sebuah rintangan yang berarti

disini aku menanti dan takkan ku sesali
menanti walau hanya ada aku seorang diri
hingga nanti aku akan mendapatkan sesuatu yang pasti


disini aku bersenandung dan takkan ku bernyanyi
senandungkan nada yang akan membawamu kembali
bilakah itu terjadi . . .