Jumat, 20 April 2012

laci memori

beberapa kali bie membaca kembali postingan beberapa tahun yang lalu, dan sesekali menemukan postingan yang sekiranya membawa bie kembali ke masa itu. membuka kembali laci memori.

bie dulu kerap kali menjawab: aah.. lupa!
bie bukan lupa, bie hanya tak ingin mengingatnya. itu saja.

dan laci memori bie kian hari kian penuh. isi dari laci tersebut saling berebut tempat. 

terkadang bie merasa kram otak juga jika harus mengingat kembali apa yang pernah terjadi. misal, beberapa kali seorang teman bie bertanya: ve.. ingat ndak waktu itu bla..bla.. bla.. bla..

nah untuk menjawab pertanyaan tersebut terkadang bie ndak cuman sekedar menjawab: ingat. yang sering bie lakukan menjawab pertanyaan tersebut layaknya sebuah essay. detail. lengkap. setelah itu bie harus minum air putih sebanyak mungkin. why? heungap :))

terkadang bie sendiri terkejut mendengar jawaban bie sendiri, how can bie mengingat hal itu sedemikian detailnya. dan sisi negatipnya.. bie cenderung menjadi seorang pendendam (atau pedendam ya? entahlah!).

dan beberapa waktu lalu bie diharuskan buffering laci memori bie perihal seseorang. bagaimana pertama kali bie berdialog dengannya, kalimat apa, dan kapan?

dan bie mengingatnya dengan sempurna. wew... setelah itu? bie jaga jarak dengan orang tersebut, rasanya kok malas yaa...

dan untuk kelangsungan serta kelancaran pekerjaan, bie juga sering diingatkan oleh majikan jika sudah focus pada sebuah kegiatan/ aktipitas maka bie akan larut dalam aktipitas tersebut hingga lupa pada dunia sekitar. dan untuk merefresh kembali dibutuhkan setidaknya beberapa menit dan itu seperti layar monitor yang 'searching file: *.*' kemudian muncullah data apa yang dibutuhkan.

maka dari itu bie sering menggunakan post it.. menempelkannya ke sekitar bie. membacanya sekilas dan membuka laci memori bie. bie berhubungan dengan angka jadi ndak boleh sembarangan nulis angka di post it tersebut.

dan untuk kelangsungan kehidupan bie, blog ini seperti sebuah post it. membacanya kembali, hal apa yang sekiranya tak usah bie lakukan lagi atau hal apa yang harus bie revisi dengan segera.

seperti kemarin, kau tahu.. rasanya bie ingin mencabut batre jam atau menghancurkan tabung pasir itu. waktu kian cepat berlalu. dan disaat seperti itu beberapa teman datang dan meminta waktu ehmm mungkin lebih tepatnya meminta bie untuk meluangkan waktu sejenak mendengarkan keluhan mereka tentang dunia. baiklah. hanya jawaban itu yang bie punya.

seraya mereka terus meracau, memory bie kembali diputar. bie pernah mengalami hal ini. trauma. eneg. mual. tapi bie cuman bisa meresponi dengan datar. yeaah.. selamat datang dikeluarga datar, begitulah maki orang-orang terdekat bie melihat repson bie yang begitu datar.

*fyi, sering kali bie di tebak sebagai seorang yang berkarakter sanguin, anda salah.. saia seorang melakonlis.

oh ya.. ada beberapa hal yang menarik ketika bie mendengarkan keluhan mereka tentang dunia ini, yang biasanya akan bie keluhkan lagi pada dinding kamar yang datar dan dingin dikandang bie..

1. perihal seorang teman yang entah mengapa selalu galau.. tapi begitu bie singgung selalu marah. emangnya kalo ndak galau jadi ndak gaul?

2. perihal seorang teman yang mengeluhkan kegalauan seseorang lainnya, yang bie pikir kenapa ndak tegur langsunga tanya langsung saja kenapa dia galau seperti itu

3. perihal seorang teman yang hanya ingin bercerita..
*ini seperti bie..

dan beberapa teman lainnya...

jika sudah begitu maka  bie secara otomatis akan menyimpan cerita mereka, kalimat yang mereka pakai, bahasa tubuh mereka dan intonasi bicara mereka.

Rabu, 18 April 2012

sebab - akibat

keseharian bie selalu berjalan seperti biasa; nguli dan terkadang mendengarkan keluhan orang sekitar tentang dunia atau akan bie habiskan hari ini dengan mendengarkan layar kaca bicara dan bicara dengan dinding kamar yang dingin dan datar.


dan suatu ketika benda bergerak memberitahukan ada pesan yang masuk:
"kamu lagi apa, honey?"

bie pun tersenyum simpul. anak ini cukup menarik perhatian bie. seseorang berkata kebalikannya tentang anak ini. 



dua minggu sebelum bie menerima pesan itu, ada pesan masuk yang terlebih dahulu bie terima: 
"lama lama jijik jg gw ngeliat update status fb *beep*.. hahaha.. najis banget deh galaunya.. dulu gw seumuran dia, kagak sebegitunya deh galaunya"


sebuah pernyataan yang cukup membuat bie tercekat. wew...
tapi ada sebab dan akibat disana.
*ketika bie menerima pesan ini, kondisi tubuh di titik merah, begitu pun dengan henpun, kehujanan, cape tiada tara namun diharuskan datang ke kostan teman yang katanya sedang butuh teman cerita namun begitu di datangi pintu kamarnya tertutup rapat dan hapenya ndak bisa dihubungi. sempurna. dan tiba-tiba yang disebrang sana seperti datang kemudian menghardik. bie cuman bisa menghela napas... hari yang sempurna.


kemudian bie hanya menyampaikan apa yang bie cermati dan kondisi ini, lagi-lagi dia ndak terima dengan pendapat bie. ehmm.. dan bie tergoda untuk mencermatinya lagi lebih jauh.


kenapa bisa seperti ini?


beri bie dua minggu untuk menyimpulkan sebuah pendapat. ehmm lebih tepatnya meyakinkan pendapat bie sendiri (n_n)


dan terang saja, tak butuh waktu lama untuk menyajikan pertanyaan sederhana. seperti sebuah essay.


okay terlepas dari hubungan diatas, akhirnya bie seperti bercermin pada kenyataan. memahami karakter pribadi yang lain..

Selasa, 17 April 2012

perihal matua

"kamu ndak jadi ke jakarta, dek?"
"gak.. papungnya sih nangis"
"lho nangis kenapa?"
"aahh papungnya aja cengeng.. berantem mulu sama mama"

begitulah keluhan keponakan bie, ndak puas dengan jawabannya..akhirnya bie tanya ke adek bie. rencananya mereka akan ke jakarta dan bagi bie itu kesempatan bagus untuk melampiaskan rasa rindu pada dua bocah tengil itu. 


merindukan makhluk itu dengan sangat, terlebih setelah tahu si keyka (bocah yang bie panggil adek, kadang juga nak) beberapa minggu lalu terkena tipus. argh.. anak itu selalu keluar masuk rumah sakit. dan dikarenaka si papung a.k.a matua bie ada disana so bie ndak bisa dateng menjenguk. bie masih kikuk untuk bertemu dengannya. masih ngrasa nelangsa sendiri...


"matua nangis kenapa lagi, ia?"
"biasalah.. ibu dan anak"
"masalah apa lagi? sering banget sih nangisnya.."
"aahh cuman karena kak mel sering telat ke gereja aja, matua tegur.. kak mel nglawan. biasalah"
"gak berubah! oh ya.. ajak matua ketemu bou dari medan"
"katanya sih mau banget.. cuman ndak ada yang nganterin"
"segitunya sih.. kan ada mobil, yaa suruh siapa kek anterin atau naik taxi"
"trus nanti yang nunjuk jalan siapa? klo dia nyasar gimana? matua kan ndak pernah jalan sendiri.."
"ya lu kek.. siapa kek, sesibuk apa sih ampe ngbiarin dia lonely gtu?"


aarghhh.. bie kesal!

matua itu memang bukan emaak kandung bie, dia bukan sosok yang melahirkan bie. tapi bagi bie dia salah satu orang yang sangat bie hormati selayaknya bie menghormati emaak bie. *haus mendadak, mulai cengeng


beberapa waktu yang lalu silahturahmi antara keluarga bie dan keluarga patua sempat merenggang.

- sebut saja: sejarah.
klo ndak salah ini foto tahun baru 2001 atau 2002, aahh ini masa-masa manis sekali kaakaa.. semuanya berkumpul. semuanya. dan ditahun ini juga alm. patua bilang bahwa ini akan menjadi kebersamaan terakhir. *makin melow

kembali ke matua.. bie sempat ngadu ke emaak perihal ini. mak, nanti klo sekiranya bie lupa akan asal dari rahim mana bie datang, tolong marahi bie yaa..

ampe sekarang ini bie masih ndak berani tanya apakabar dan segala macamnya ke matua. masih ngrasa bersalah karena ndak bisa temani dia di medan sana. alhasil dia pun harus terjebak kesepian diantara rutinitas anaknya itu. lalu bie? yaa bie hanya bisa menahan emosi dari sini.



suatu masa matua pernah tanya tentang si jeje 
- salam unyu-unyu -
yaaa.. makhlu kecil satu ini. jeje itu anak abang bie. abang kandung. dan biasanya si matua ini hobby marah-marah klo ke si abang. tapi sejak ketemu si jeje, matua jadi ndak marah-marah gitu. beberapa waktu yang lalu si abang akhirnya dipindahtugaskan ke medan. dia sempat binun akan tinggal di daerah mana. sebenernya sih bie ndak setuju dia bersedia pindah ke sana. dua adik bie yang disini jadi tanggung jawab bie dunk, huuuaaaaaahh... bisa-bisa gantung ransel ini namanya. *egoismodeon

kembali ke berdamainya matua dan abang, dan begitu si abang fix dipindahkan..dia sempet nanya ke bie kira-kira sebaiknya kase tau matua apa ndak. in this case, memang hanya bie yang dekat dengan keluarga matua dan patua. bie bilang sih yaa kase tau aja, ndak ada salahnya to, itu berarti kita masih menghargai mereka sebagai orang tua kita terlepas dia peduli atau tidak kita akan tinggal dimana. lakukan saja bagian kita ndak usah urusi bagian orang lain.

ternyata si abang yang keras hati dan keras kepala itu manut dengan omongan bie entah dengan pertimbangan apa. dan ajaib.. matua malah menawarkan si abang, mbaknya dan jeje untuk menempati rumah yang disana. memang sih, sejak bie memutuskan kembali ke jakarta.. rumah itu jadi ndak berpenghuni. tak sembarangan orang yang boleh tinggal disana.

matua itu kadang nyebelin, cerewetnya ituuhh bkin ndak nahan. oh yaa dia itu posesip tingkat akhir... pokoknya klo bie udah setor muka sediikiittt aja ehmm.. susah untuk melepaskan diri dari pandangannya. tapi disisi lain ada hal mannis yang bie suka dari dia, klo pas makan.. bie rela makan tempe doank tapi jadi sepiring berdua sama dia. matua itu diwajibkan untuk diet karena faktor umur, kami cemas dia terkena penyakit yang aneh-aneh tapi bie sendiri ndak rela liat dia nahan napas klo kami lagi makan. jadi lebih sering ambil seporsi aja.. bie makan dikit dia yang makan banyak tapi yang dikira makan yaa bie.

ahh sudahlah.. dear matua: PENGEN PEYUKKKKKK!!!!

Senin, 16 April 2012

kode etik

dalam hubungan pertemanan terdapat yang namanya kode etik. bagi bie sendiri ada beberapa hal yang sebaiknya tak usah dibahas dalam pertemanan..

siang ini membahas hal ini dengan seorang teman bie, ada beberapa pertanyaan yang ndak layak ditanyakan oleh seorang teman, even itu teman dekat.

misal: pertanyaan seputar asmara..
awalnya teman bie bilang klo itu pertanyaan basa-basi, kemudian bie mengungkit kembali tentang sikapnya yang merasa tidak nyaman ketika pertama kali bie tanya tentang hal ini. sama sekali tidak bersahabat.

lalu teman bie pun sepakat dengan bie, pertanyaan seputar asmara sama halnya dengan pertanyaan: berapa gajimu disana?

bie pun kembali mengingat, mungkin saja bie pernah melanggar kode etik ini. tapi ternyata memang bie sangat menjaga sekali kode etik pertemanan. sangat riskan bertanya hal ini kepada siapa pun, bukan hanya kepada teman semata. toh bie ndak pernah tanya siapa pacar adek bie, dengan siapa dia lagi menjalin hubungan. janggal rasanya.

pernah suatu ketika bie datang ke tempat kerja si adek, yang mana tempat itu dulu adalah tempat nongkrong bie. dikarenakan si adek mulai tahun lalu kerja disana jadinya bie mengurangi langkah untuk tidak seaktip dulu beredar ditempat itu. dan bie juga ndak pernah tanta ke adek tentang perkembangan yang ada disana. suatu ketika bie datang ke sana setelah tau si adek lagi shift pagi, ini bie lakukan agar kami ndak saling kikuk.

bie ke sana bersama seorang teman bie, bie kenal baik dengan pemilik tempat ini. thats why si adek kerja disini... KKN! begitu tiba ditempat itu bie langsung memposisikan diriku sova hitam disudut cafe. dari sini bie bisa mengulang kembali slide memori bie dua tahun lalu. dan dari sudut ini pula bie bisa menatap bulan purnama dari balik pohon pinus dipinggir kolam itu.

tapi romantisme malam itu seketika berhenti ketika sayup dari bilik dapur bie mendengar ocehan dari beberapa crew cafe yang tak lain adalah teman-teman adik bie. mereka  menggoda seorang wanita yang ternyata mantan adik bie. ini konyol. mereka memaksa wanita itu untuk melayani bie dan teman bie saat itu. kikuk. yaa.. wanita itu dengan kikuk memberikan menu dan lilin ke meja bie.

kala itu teman bie memasang wajah heran dan bertanya-tanya, tak lama bie jelaskan kenapa wanita itu begitu kikuk. "dia mantannya adikku, dan perhatikan ke arah jam tiga.. teman-temannya sedang mengawasi dia saat ini". aku pun memperlambat pesananku, agar dia semakin kikuk berdiri disana.

kembali ke kode etik... perlakukan teman-temannya kala itu sangat melanggar kode etik. tapi bie pun menikmati moment itu. menertawakan dia yang berdiri kikuk.. dan terang saja, begitu tiba dikandang bie tak sabar untuk menceritakan hal ini ke adik bie. hasilnya? dia hanya bisa memasang muka tak ingin berkomentar.

kode etik kakak beradik....... menjadikan ini sebagai lelucon yang tak lucu. itu saja

Kamis, 12 April 2012

nitemare

mimpi lagi.... aaargghh... semalam kebangun hingga subuh karena mimpi. jadi semalam itu setelah nonton layar tancep sama pacarnya orang, bie langsung tidur karena kliyengan. selak janji.. itu doank sih.


awalnya bie pengen langsung pulang, keramas, tutup pintu, matiin lampu kamar.. tidur! awalnya tapi nek ndak jadi lagi ndak jadi lagi yaa kapan bisanya. kebudayaan jakarta adalah diwajibkan membuat janji bertemu tiga bulan sebelumnya. *hanya sindiran semata


layar tancep bukanlah pilihan bie, karena bie sendiri sangat menghindari tempat ini. bie punya terlalu banyak phobia... dan selalu udik tiap ada di depan pintu layar tancap. mimpi buruk.


yaa.. itulah yang bie rasakan setiap ada didepan pintu masuk cineplex. gelap. sepi. menyesakkan. terakhir: mual. dengan alasan yang selalu bie katakan kepada siapa pun, yaitu: jalan duluan aja.. gw gak bisa ngliat klo digelap gini. lagiaan gw kya lagi ngrasa terbang..

dan begitu tiba ditempat duduk pun bie ndak merasa nyaman. entahlah.. klo ndak karena suatu hal bie ndak akan pernah mau di ajak ke tempat seperti ini. tempat ini seperti menyerap energi secara akbar. suara audio yang memekakkan teling, cahaya yang menyilaukan mata.. aahhh.



dan terang saja, bie terlalu lelah ketika hari semakin larut. untung saja tempat itu hanya selemparan batu dari kandang. begitu tiba dikandang tanpa membersihkan badan terlebih dahulu bie langsung tepaarrr... dua jam kemudian bie terbangun hingga pagi dikarenakan mimpi buruk.


dan bie baru bisa inget isi dari mimpi itu adalah setelah menjelang siang. tentang seseorang. dengan segera bie mengirimkan pesan kepada yang bersangkutan, memastikan apakah beliau baik-baik saja disana. hey.. kapan terakhir kali aku bertanya hal itu disana?

aahh sudahlah, tak usah bahas tentang itu.. aku berharap kau segera baik-baik saja disana. mimpi ini terlalu buruk dan berharap itu tak terjadi padamu. pokoknya beri tahu bie hasil periksamu diakhir pekan ini. bie sungguh peduli. sungguh.



kau tahu..semalam bie berpura-pura tak ingin tahu apa yang terjadi dimimpi itu. begitu terbangun bie segera membersihkan diri, sibuk dengan aroma sabun cair kesukaan bie. tapi itu tidak membuat bie kembali terlelap. dan menjelang pagi bie harus merangkak menuju kantor. yaa... bie hilang keseimbangan efek cineplex. yaa.. si pertigo dengan mudah datang di pagi hari, kliyengannya sih masih bisa nahan tapi mualnya itu lhoo.


aahh yasudahlah.. dua hari lagi bie akan tanya kembali perihal dirimu, yang disana. pastikan kau membaca dan membalas pesanku...

Selasa, 10 April 2012

surat terbuka untuk yang dibenua sebelah

heh! yaa kow.. demi apa kow tak membalas ribuan pesanku? tak menerima pesanku? cih, kow berbohong!!!!


heh! yaa kow.. cak dulu kow duduk disamping awak, cak kow bilang dulu apa salah awak. taknya kow jawab semua pesan awak? tak ada pulsa? cih.. itu bukan kow!


heh! yaa kow.. kow tutup smua akses awak mengirim pesan untukmu. ssh!!!!


bie mau cerita.. arrghhh bie pengen marah samamu, kau menyebalkan. menghilang tanpa pesan terakhir kow bilang akan kembali ke negri ini. kow bukan kembali tapi memang pergi tanpa ingin kembali. sudah ku bilang.. pergi ya pergi saja tapi beri tahu awak dimana keberadaanmu. kow itu menyebalkan!


baiklah.. fuuh, selalu begini. selalu harus mengalah. bie mau cerita tentang beberapa hal, iissh.. taknya kow rindu meracau kacau sama awak?

cepat balek kow.. bie janji mau nraktir to? datang dan pergi saja (lagi). tak apa.. tapi jawab dulu pesan bie. itu saja.



bie mau cerita tentang pantai, angin laut dan para pelayarnya. balaslah pesan bie.. bukan hanya sekali tapi berkali-kali!!!


fuuh.. kemarin bie miskol no'mu yang disini. tapi tak ada jawaban.. aaahh, ini lebih menyebalkan dari pada kemarin. yaa kemarin bie masih bisa mendengar suara majikanmu, kau sengaja menjawab telp bie dan meletakkannya begitu saja. alhasil bie hanya bisa menerka apa yang sedang kow perbuat disana.


bie mau cerita tentang simalakama. tentang seorang manusia yang bie ndak tahu harus bagaimana. kow tahu.. bie masih ndak terima sebagai manusia angin laut yang tak punya sandaran. bergerak bebas. atau apalah. bie janji to ndak kya dulu lagi.. janji ndak sesumbar lagi dengan kalimat mesra? etapi klo ada manusia yang sesumbar dengan kalimat manis, mesra dan sok puitis.. boleh bie bales tak?


hee!! yaa kow.. jawab bieeeeee!!!!!!!!!!

Jumat, 06 April 2012

-mimpi-

mimpi. indah atau ndak sebuah mimpi, gw type orang yang ndak suka dengan yang namanya mimpi. dont ask me why lah ya.. because i dunno why


dan semalam lupa-lupa ingat tapi intinya gw tidur dengan dihadiri bunga tidur yaa kata lainnya mimpi. yang gw inget.. kebangun karena suara tipi yang melengking akibat siaran yang sudah selesai. nyebelinnya.. suara itu masuk juga ke mimpi gw. sempurna sekali untuk membangunkan gw dan akhirnya meneguk sebotol besar air mineral yang gw bilang dengan harga agent.


barusan saja gw selesai ngobrol dengan salah satu dari "penasihat" dikehidupan gw.. beliau bertanya perihal gw yang selalu gak mau, gak tau dan gak suka. aahh aku rindu duduk berhadapan dengannya, rindu dengan nasihatnya dan tatapannya yang mengadili itu. rindu pula untuk mengatakan: sungguh! dengan bersungguh-sungguh (n_n)


ohyaa salah satu part yang gw ingat dari bunga mimpi gw adalah deretan kata dari hurufkecil. gw dengerin soundcloudnya berulang-ulang dan baca bukunya berkali-kali. hahaha.. dan itu pun masuk ke dalam mimpi gw. jiakakakak... mosok tidur aja bersajak :D


eehh tapi klo tidurnya bersajak kyana seru juga ya? kan pas doa tuh bisa sambil bersajak. dan gw rasa Tuhan juga suka dunk dikase sajak dan kalimat-kalimat sederhana nan manis gtu. ehmm


okay.. mari kita berkhayal disiang bolong..
selesai.

Kamis, 05 April 2012

rumit

"klo tau kemarin merupakan perjalanan melow, kenapa masih dilakukan?"


begitulah tanya teman bie tadi pagi..


pertanyaan yang bagus, anak muda. kenapa bisa masih melakukan hal itu? ehmm.. pertimbangan bie seperti ini.


ini seperti soal hitung-hitungan tapi bukan berarti orang yang perhitungan. jadi ini seperti sebuah soal cerita. ada perkalian , penjumlahan, pengurangan dan pembagian, dan masing-masing dari tiap bilangan ada yang dikurungkan. ini bertujuan yang mana terlebih dahulu dilakukan penghitungan.


rumit


bie mempertimbangkan ini itu dan pada akhirnya bie akan menemukan hasil dari soal cerita tersebut. ada rasa kecewa, senang, lega, sedih atau bahagia. masing-masing sesuai dengan porsinya.


bagi bie sendiri, pertimbangan apa yang membuat bie akhirnya kembali ke kota itu adalah tak lain karena bie ingin mengembalikan kenangan yang pernah bie bawa dari sana agar ketika bie datang kembali ke kota itu, memory bie dapat membuat kenangan yang baru.


hidup itu perjalanan, bukan pelarian... *ketika menulis ini bie jadi teringat pesan yang ada di dinding sebelah*, dan perjalanan bie pun masih panjang. kadang berkelok, lurus, putaran dan terkadang berhenti. kemarin bie putar balik. U-turn!. menapaki kembali jalan yang pernah bie lewati. sesekali bie menatap langit, mengulum rindu..


hidup itu perjalanan dan untuk terus berjalan bie harus menyesuaikan beban apa saja yang bie bawa. jika sudah terlalu berat bie akan kurangi.. dan hal ini yang bie lakukan kemarin. bie tak ingin menyimpannya disana terlalu lama. demi apa? untuk apa?


perjalanan masih panjang, dan bie tak ingin perjalanan ini terseok-seok hanya karena beban yang semestinya bisa ditinggalkan. dan meninggalkan beban itu semestinya di tempatnya kembali. bukan sembarangan. begitulah pertimbangan yang bie lakukan.


rumit


ini bukan tentang melow atau sok kuat, tapi sikap dan nilai dari sebuah episode yang harus bie lewati. itu saja.

Selasa, 03 April 2012

dimulai dari NOL!

aahh sedari kemarin jemari ini tak sabar untuk bertemu dengan keyboard dan memuntahkan semua aksara yang ada dihati. 


akhirnya si saia kebagian juga melakukan perjalanan dalam misi menyelesaiakan permasalahan hati. rasanya: leegaaaa...


jadi kemarin itu bie sedikit tersandung pada sebuah keputusan. ehmm.. biasalah anak mudanya mumet dengan masalah hati, padahal mah ya udah janji ndak lagi-lagi pake hati etapinya yang namanya manusia kejedot juga.
*elus-elus dengkul

dan dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa akhirnya perjalanan pun dilakukan tanpa peduli dengan harga tiket. rasa ingin menyudahi semua ini begitu menggebu-gebu... daaannn tepat dihari ke seratus dua puluh. yaaa... seratus dua puluh, kau tak sadari itu? ehmm bagiku itu lebih baik.



aku ingin memulainya dari NOL, bukan denganmu..
aku ingin memulainya bersama diriku sendiri, kedatanganku kemarin ingin mengambil kembali janjiku dihari ke seratus.


diiringi sebuah lagu dari kotamu aku menjejakkan kaki dibumi yang sama denganmu. aku pernah di episode itu, seruku pada diriku sendiri. aku kembali menapaki jalan yang pernah aku lewati. memungut kembali kenangan yang pernah tercecer disana. bukan untuk ku lihat kembali, aku mengemasnya dilaci ranselku dan akan ku tinggalkan disepanjang jalan menuju kotaku.


aku ingin memulai dari NOL.. bukan denganmu..
aku ingin memulainya bersama lelaki yang tau siapa dirinya. lelaki yang mengerti apa yang ia mau..


maaf tak menyajikan kata maaf untuk semua ini
terimakasih karena tak menyajikan kata terimakasih untuk semua ini


aku kembali ke kotaku, bertarung untuk mimpiku.. dan melupakan tentang mimpi yang lain. jangan tanyakan demi apa.. karena kau mengerti betapa egoisnya aku (n_n)

Jumat, 30 Maret 2012

aku atau kau.. itu saja cukup

kepada lelaki yang memberi rentetan aksara lebih dari dua puluh empat jam yang lalu. terimakasih untuk segala kata yang bermuara pada kata demi kita, namun dengan kesungguhanku.. aku tak pernah mengerti perkara apa yang sedang terjadi.

demi kita.

aku atau kau.. itu saja sudah cukup.

siapa kita yang kau maksud? ruang dan jarakkah? kau menyajikan kalimat ringan itu demi ruang dan jarak? aku tak pernah mengerti perkara apa yang sedang terjadi. ruang dan jarak terlalu sering menyiksaku dan kali ini kau melakukan ini demi ruang dan jarak. terimakasih.

dari sekian banyak kalimatmu, aku suka dengan kalimat :

hidup kita adalah kereta harapan yang bersicepat dengan waktu. aku harus mengejarnya sebelum kita menjadi sesuatu yang kadaluwarsa.

semoga saja kau mengerti kalimat apa yang sudah kau sajikan untukku.

kepada lelaki yang selalu menghiasi dinding diakhir bulanku. suka tidak suka, aku menyukaimu bukan hanya sekedar kata-katamu. suka tidak suka, sebaiknya akhiri saja sesi tak berujung ini. jika kau tak suka, akhiri saja kunjunganmu ke dindingku itu. sederhana saja.

aku suka dengan kalimat manismu, tapi ibuku bilang terlalu mengecap manis akan menjadi penyakit. dan aku tak ingin tersakiti (lagi) dengan imajiku sendiri. demi aku. yaa kali ini aku mengatakannya demi aku..

dulu aku suka menyesap kopi dipagi hari, kau pernah menikmati secangkir kopi? awalnya pahit dan diujungnya akan terasa manis..
berbeda dengan cokelat.. awalnya manis dan diakhiri dengan manis pula, ini akan menjadi candu. tak berujung..

aku tak suka.. aku ingin berujung.

kepada lelaki yang mengerti penantianku disetiap dini hari menunggumu mengejar matahari, memburu cerah hati dan membuatku ditikam sepisau sepi. dan kau sebut ini demi kita?

aku atau kau.. itu saja sudah cukup

aku tak mengerti perkara apa yang sedang terjadi. sengaja tak ku tanyakan hal ini padamu didunia aksara atau didunia suara... aku hanya ingin Ia memberikanmu kesempatan ada dikotaku. menjejak dibumi yang sama... dan tak peduli dimana kau saat itu akan ku tanyakan ini langsung dihadapanmu

semoga kau mengerti... katamu dipenghujung aksara. aku ingin menyamakan pengertianku, dan akan ku samakan itu tepat dihadapanmu bukan sekedar aksara.

Kamis, 22 Maret 2012

selamat menyepi(k)

longwiken.. dan kata "packing" akan menjadi trending topic disemua status. semuanya. takkan ada terkecuali.


dan si saiah... dengan kehancuran mood dalam satu minggu ini membuat saia membatalkan semua perjalanan. im moodybackpacker, sepertinya.


saia terlalu lelah.



aku kurang akrab dengan yang namanya minggu ketiga. disaat banyak teman-teman yang sibuk dengan rencana perjalanan mereka, saia membatalkan semuanya di awal minggu kemarin.

pengen tiup lilin, seruku.

dan bagi mereka, yang tidak mengerti, ini seperti berseru disaat suka. kampiun. moodku hancur tanpa alasan.

menyesakkan.

kurang baiknya mood tidak di dukung dengan lingkungan sekitar yang merengek butuh pendapat saia. dan saia ke jedut omongan si abah dengan sempurna: kalo kau kesal, marah, emosi.. tak perlu orang lain tau.

sempurna......... orang lain tak perlu tahu, dan panggung sandiwara pun kembali dimulai.

kepalaku kantor paling sibuk sedunia, begitulah kira-kira.

disaat lagi tak  ingin mendengarkan keluhan apa pun, satu per satu datanglah manusia yang minta impartasi semangat. kalimat positip. atau apalah.

mau marah? jelas. tapi entah dengan alasan apa.
lalu? yaa.. itu cuman bisa gigit pinsil, melampiaskan tenaga yang berlebihan, masuk kamar.. padamkan lampu dan tiup lilin.

kenapa tiup lilin? hahaha.. mereka kira bie lagi bday. NO!
bie lagi kesel..dan klo kesel gtu rasanya menyesakkan. dari pada susah napas yaa jadinya bie terapi tiup lilin.

cobain deh..

Selasa, 20 Maret 2012

kalimat ajaib

dan lagi-lagi si saiah takjub dengan respon beberapa teman di timeline. si saiah kira pertanyaan "apa statusmu hari ini?", adalah sebuah "sindiran" halus karena si saia cukup bawel mungkin termasuk ke kategori bawel. mungkin. tapi kenyataannya masih banyak orang-orang yang lebih bawel dari si saiah disana.


dan hari ini, saia mendapatkan pesan dari hrd si saiah di beberapa tahun yang lalu sewaktu bekerja di retail. beliau bilang saia dengan kalimat ajaib. heiks? kalimat ajaib? cukup tersanjung.


kalimat ajaib. thank God.


si saiah suka dengan istilah kalimat ajaib, bukan kalimat bijak. itu berarti kalimat yang saia tulis disana tidak bersifat mengajari atau pun menggurui. saia tak tak suka diperlakukan demikian dan saia berusaha untuk tidak memperlakukan manusia lainnya seperti itu.


bukankah ada kalimat berkata untuk mencintai orang lain seperti kita mencintai Tuhan dan diri kita? lalu demi apa si saiah memperlakukan orang lain berbeda dengan memperlakukan diri si saiah sendiri?


semakin lama, saiah semakin menyadari tentang diri saia sendiri. saia seorang pengamat yang harus mendekati objeknya ketimbang dari kejauhan.


banyak hal yang pernah, sedang dan yang akan terjadi nanti. apa yang pernah dan yang sudah terjadi akan berpengaruh pada apa yang akan terjadi nanti, begitu pun sebaliknya. hidup ini seperti sebuah lingkaran.


lingkaran kecil
lingkaran sedang
lingkaran besar
dan aku berada di dalamnya.
aku adalah isi, hidup itu elastis... kau mau hidup itu menjadi sesuatu yang besar, biasa-biasa saja atau yaa kecil?

kau adalah isi, bie!



kalimat yang mereka katakan ajaib, awalnya hanyalah sebuah kalimat biasa. kalimat yang sering saiah jadikan keluhan dan akhirnya menjadi sebuah perenungan. yaa.. sebuah perenungan sederhana, layaknya sebuah puzzle. setiap kalimat saia jadikan seperti satu pecahan yang berbentuk pertanyaan sederhana (yang kata manusia di sebrang sana, pertanyaan berat).


hari minggu kemarin, menyempatkan diri berbalas pesan dengan dua manusia. bicara tentang hidup. entah mengapa topik "hidup" selalu membuat si saia bersemangat. berbeda dengan kedua orang yang sedang berbalas pesan denganku. satu dengan aura negatipnya, dan satu lagi? tanpa aura.. hahaha, dan ini rasanya sama saja seperti bicara dengan tembok.


kalimat ajaib... semoga kalimat itu semakin menjadi perenungan bagi si saiah sendiri setelah apa yang terjadi hari ini.
*deg-degan


*aiissshh Tuhan, mau dibawa kemana lagi? gak re-dial kan yak? (n_n)

Senin, 19 Maret 2012

keledai..

sepertinya kemarin adalah hari terakhir si saiah dapat jadwal jaga si oma. why? oma dipindahin ke rumah sakit diluar jekarda... wew. semakin jauh saudara-saudara

dan kemarin ada hal yang menarik bagi saia. kejadian sederhana saja tapi membuat saia kembali berpikir tentang hidup.

awalnya mamie pesan ke bie agar sabtu malam kemarin bie ndak begadang lagi karena pagi-pagi harus ganti shift sama pelangi (hhhaaa?? apaaahhh pelanggiii??? xixixixi...). soalnya pelangi harus ibadah pagi maka si saiah dont be late..

"baiklah.. baiklah.. baiklah.."
"kamu bangun jam berapa?"
"biasanya aku bangun dua jam sebelum jam masuk, mie.. sejam buat cengak-cengok dulu nyari nyawa,hehe"
"okay.. jam lima berarti kamu udah bangun? gpp tuh? asal kamu jangan tidur jam 1/2 4 lagi.."
"sippp... mie, palingan tidur jam dua, hehehe... gak denk. ini langsung mau tidur aja dari pada tar kebablasan ndak bisa tidur"

dan akhirnya saia terbangun lebih awal dari jam yang seharusnya bangun. manceps.. tapi tak apa toh disana biasanya si saiah lebih enak buat tidur. lama-lama terbiasa tidur dirumah sakit, malahan lebih nyenyak. xixixi..

begitu menjejakkan dikawasan rumah sakit, si saiah langsung menuju rumah duka. lho? hohoho.. entah kenapa bie lebih suka datang ke acara duka dari pada ke acara suka. memaknai hidup dengan cara bie.

minggu pagi.. belum ada tanda-tanda akan ada acara duka. begitulah pengamatan bie. setelah itu bie baru menuju ruangan si oma

minggu kemarin ruangan ini hanya di isi oleh dua pasien saja. oma dan seorang ibu di depan ranjang oma. dan hari ini.. ruangan ini penuh dan lagi-lagi isinya kaum wanita. how can?!

tak berapa lama ruangan ini bukan hanya dipenuhi oleh pasien saja, tapi juga para penjenguk. handai taulan dan beberapa rekan para pasien. dan oma? aaahh.. si oma ini pasien senior diruangan ini, dia sudah kenyang dikunjungi pasien dan saia sudah kenyang melalap bawaan para penjenguk. xixixi..

"klo ada makanan atau kue-kue jangan sungkan, dimakan saja. dilaci juga ada kopi.."
aissshh.. si oma ini walau pun sudah menjadi pesakitan tetap tak sudah-sudah dalam mengingatkan hal ini itu apalagi yang namanya makan. ehmm. beberapa tahun lalu, sekitar tiga atau empat tahun lalu bie pernah nyaris nangis karena dipaksa makan sama si oma. berulang kali bie sudah menolak dengan alasan: tadi udah makan tapi buat dia tetep harus makan..

dan alasan lain bie menolak makan adalah karena si oma maksa bie makan brenebon..hohoho, thank you oma but no pork at all (n_n)

akhirnya bie (terpaksa) makan (lagi) dengan nasi dan telur dadar sambil nahan eneg karena dihadapan bie ada pork dan juga kalelawar. huehuehue... antara nahan eneg dan nahan nangis.

si oma pun masih ingat dengan pola makan bie dan pola hidup bie.

"aku mau mati muda, ma..", kataku kali itu.
"boleh saja, asal tak merepotkan orang lain dan jangan mengeluh ketika ada rasa sakit. nikmati saja sakitmu... itu resikomu"

saat itu aku sedikit gamang. asal tidak merepotkan orang lain, ehmmm... mati pun harus dipersiapkan? mati bukan seperti perjalanan singkat yang sering bie lakukan. perjalanan tanpa rencana.

teringat dengan pola makan yang orang-orang dikostan sudah hapal.
pagi: mie, tauge, cabe rawit, telur, baso.. + secangkir kopi (hal yang wajib)
siang: nasi + ikan mas bakar
sore: secangkir kopi
malam: mie, tauge, cabe rawit, telur, udang
menjelang malam: pudding

.. mereka hapal dan bosan dengan menu saia. dan saia? entah kenapa tak pernah bosan dengan menu itu (hari ini lambung saia yang bosan, *sambil nahan perih dilambung*)

beberapa teman dikostan sempat bertanya, ndak bosan dengan makan yang itu-itu saja? ndak.. aku suka.

dan si adek selalu ngledekin.. cepet kya tar laki lu kak klo menu makannya begitu mulu, asal jangan laki lu dikase menu makan lu... cepet dicerein lu. dan kami pun tertawa bersama.

dan kemarin sore si lambung mulai merajuk, keringat dingin pun dimulai. aarrrghh.. aku tahu apa ini. lambungku terluka lagi. beberapa hari ini aku lupa dengan jam makanku, dan kemarin lagi-lagi makan soto dengan jeruk nipis yang banyak.... taaraaaaaa dua kali jatuh dilubang yang sama. argh!

kesimpulannya: sering kali manusia mempertaruhkan kesehatannya demi uang, dan dikemudian hari manusia mempertauhkan uangnya demi kesehatan. hidup.

Sabtu, 17 Maret 2012

wuuhuuu !!!

lagi dan lagi saudara si saiah mendapat label "punya uang banyak". faktanya? harus berapa kali si saiah bilang.. hidup si saiah ini biasa-biasa saja. tabungan di atm juga teramat sangat mengenaskan selama tiga tahun ini.

wuuhuuu.. !!!

"makanya klo pas longwiken jangan kemana-mana neng biar duitnya awet.."

*tepok jidat

first of all.. harus diluruskan disini, yeaahh... sebuah pembelaan untuk kalangan pribadi, kenyataannya mereka tak peduli. mereka, baik wanita maupun pria, bermental wanita. mereka hanya ingin mendengar apa yang mereka ingin dengar.

mari kita luruskan, dibulan maret ini... sering kali mendapat pertanyaan "wiken kemana?". dan si saia harus berulang kali minta maaf tak bisa menemani atau menerima ajakan kemana pun yang mereka sebutkan.

apakah mereka harus tau kemana saia pergi? i dont think so... but olrait, faktanya si saiah hanya punya hari sabtu untuk menikmati hari kemerdekaan bagi diri saia sendiri. melangkahkan kaki kemana pun si saiah suka, baik itu naik turun buss, keluar masuk gedung ini itu atau menikmati sebuah film di 21 terdekat dan itu dilakukan sendiri. bagi bie hal itu menyenangkan...

dan hari minggunya? setelah bertemu dengan pemilik kehidupan atau bie akan menjaga si oma dirumah sakit. apa mereka peduli akan hal ini? tidak.

wuuhuuu !!!!

yang mereka tahu hanya apa yang bie update dihalaman maia. hanya itu. jika saja mereka bertanya secara personal ke bie, pastinya akan bie jawab. tapi mereka tak pernah bertanya. 

dan lagi... tentang financial.

"lu enak yaa ve, hidup berkecukupan dengan penghasilan lu.."

wtf!
heilooo... si saiah hidup ndak dari gaji tok! *sigh

okay... harus diluruskan kembali, sekarang ini setiap sabtu saia sering kali berkeliling dari satu pasar ke pasar lain untuk shopping. wew.. banyak uang? amien!
si saia keliling untuk melihat selera pasar dan harga pasar... yupp, akhirnya berjualan lagi (n_n)

demi apeu? demikianlah... apa lagi yang bisa saia lakukan ketika akhir pekan? melakukan seperti dugaan kalian? menghabiskan uang? saia belum sekaya itu... walau pun si saiah melakukan trip ke sebuah kota itu ada alasannya. begitu saja.


Jumat, 16 Maret 2012

cerdas itu investasi

..judulnya agak serius ya? aahh sebenernya masih lagi gak pengen serius juga. cuman lagipengen curhat aja.


*ambil posisi

jadi ceritanya beberapa hari yang lalu si saiah ehmm "bersilahturahmi" ke akun seseorang dari masa lalu. ndak maksud apa-apa cuman mau bersilahturahmi saja.. tapi yaa niat baik tak selalu disambut dengan respon yang baik pula.



aku hanya ingin bersilahturahmi dengannya, jeritku pada seseorang. aku takkan lagi merengek-rengek, meminta ini itu.. apa pun.


"dan kau sudah melakukannya?"
"sudah, tapi dia tak memberi respon apa-apa. aku tahu ia disana"
"yasudah.. kau sudah selesaikan bagianmu"



..yaa, sepertinya lelaki itu masih kurang cerdas untuk membedakan niat seseorang atau tindakan saia beberapa waktu lalu adalah ketidakcerdasan saia?


"cerdas itu investasi", ujarnya lagi


tanpa diminta aku menceritakan pertama kali mengenalnya. menceritakan tentang aku dan dia (yang takkan pernah menjadi: kita) secara lugas.

"dia teman cerdas yang sangat menyenangkan..", ujarku getir."dan ia pun bisa menjadi orang lain dengan cerdas pula. dan baginya itu menyenangkan.."



"kau merasa ia telah berubah?"
"sangat.."
"sejak?"
"aku tak pernah tahu.. aku sendiri lupa berapa lama tak lagi terlibat dialog dengannya.."
"sudahlah.. lupakan saja. kesimpulannya, tak usah ulangi lagi. cerdas sikit."



lawan bicaraku kali ini sangat menarik. dia punya investasi yang menarik. sikapnya menanggapi racau kacauku membuatku tersimpul simpul. bukan kali ini saja. sering kali.


cerdas itu investasi, katamu.
cerdas itu daya tarik, dan kau memilikinya, kataku.

Rabu, 14 Maret 2012

kampret!

kali ini saia tidak sedang memaki dan tidak sedang ingin bermeyeh-meyeh maupun berbijak kata. si saiah mau numpang ehmm.. numpang apa yah?
*sok binun

aahh sudahlah, klo mau baca silahkan ndak yaa gpp...

okay.. kali hanya ingin berseru: kampret!

apa pasal?
jadi beberapa hari ini, si saiah sempat muak dengan hal remeh temeh dalam menanggapi komentar "how lucky you are, ve".

sekali... tanggapi dengan senyum
dua kali.. tanggapi dengan ucapan "terima kasih"
tiga kali.. diam (mulai mati gaya)
empat kali... *kampret !!!*

buzz !
"ya?"
"sibuk?"
"not really, why?"
"gpp..tanya aja"
"missing me?", godaku
"begitulah...", jawabnya datar
"mau cerita?"
"tak punya cerita..."
"baiklah.. atau kau ingin memaki?"
"untuk apa?"
"ehmm.. sebuah kepuasan yang sepertinya sedang menyesakkan"
"yaa.. aku ingin memaki kenapa hidupmu begitu beruntung"

kampretttt... kali ini aku yang merasa sesak.

"maki saja, dan nyaris saja aku meminta pada Tuhan untuk menukarnya. menukar semua kau sebut keberuntungan ini ke hidupmu.."
"lihat.. dengan diperlakukan seperti ini pun kau masih bisa berpikir seperti itu."

"lalu kau mau aku berpikir bagaimana? aku tak tahu apa masalahmu, yang aku tahu... untuk bertemu dengan kata beruntung aku harus berteman akrab dengan yang namanya rasa syukur. itu saja"
"dan itu permasalahannya ve, sulit untuk bersyukur.."

"hingga saat ini si saiah pun masih terus belajar untuk terus bersyukur. jika kau lihat aku begitu beruntung... terima kasih Tuhan. tapi tahukah kau.. saat kau berkata seperti itu, aku ingin Ia pertemukan aku dengan seseorang atau pun lebih, pertemukan dengan hal yang bisa membuatku berkata seperti pada diriku sendiri. bukan dengan cara ini"

kampreeett... aku tertawa getir. komentar mereka membuatku kembali merenungkan hidupku sendiri. aku beruntung.

yaa.. aku beruntung dengan saldo tak lebih dari Rp.2000 aku masih makan dan melakukan apa pun yang aku suka.

aku beruntung Tuhan menyediakanmu, manusia yang disebrang pulau, ketika aku benar-benar ingin menarik diri dari kehidupan ini. aku tak berkata manis. aku beruntung...

aku pernah terjatuh dan aku beruntung dengan invisble hand kala itu, dan saat ini yang ku lakukan bukanlah untuk menerima pujian atau komentar yang seakan-akan membanggakan diriku sendiri. aku tak butuh peng-aku-an.

aku beruntung untuk semua hal yang ada padaku. baik dan buruk. itu saja.

Jumat, 09 Maret 2012

sempat itu sebelum terlambat

"tapi mosok gtu ae ndak tahu sih, bie?"
"bukannya ndak tahu tapi lebih baik jika si saiah pura-pura ndak tahu saja.."
"sudah ku duga, kau terlalu cerdas untuk menjadi seorang yang dungu"

"dan aku pun terlalu cerdas untuk dibodohi dengan episode yang sama..", ujarku gamang

"hahaha.. nyaris saja ku kira kau akan mengagungkan dirimu, nak muda"
"aku tak punya apa-apa selain pesan dari ia yang kini telah menjadi penghuni surga"


ia, lelaki yang selalu ku cintai dalam diam. hingga hari keberangkatannya pun ia takkan pernah tahu betapa aku sangat mencintainya. keberangkatan yang tak akan ada lagi jadwal kedatangannya.


terlambat


"apa yang ia pesankan untukmu?"
"dia bilang, aku boleh menjadi dan melakukan apa pun yang ku suka tapi aku harus ingat siapa aku"
"dan kau hidup dari apa katanya?"
"yaa dan aku pun hidup dari keringat dan darahnya... aku bisa apa? aku tahu apa yang orang itu maksudkan untukku, aku mengerti tapi izinkan aku memastiskan "tebakan"ku itu sebelum terlambat."



suatu hari nanti aku ingin kami bersepakat dengan gaya yang memikat, kelak kami akan bertemu di kalimat yang akan membuatmu mengumpat. semoga saja tak terlambat.


"aku ini hanyalah seorang wanita, kartini memang telah membela banyak hak wanita tapi hakikatnya wanita masih harus mengingat yang namanya kewajiban. aku, wanita, wajib menunggu dan berhak menunggu. bagaimana menurutmu?"
"tapi menurutku kalian saling menunggu.."
"kau kurang cermat menyimak kalimatku, teman. aku wanita wajib dan berhak menunggu, ada kata wajib disana. sebuah keharusan yang tersirat, takkah kau dapati disana? hanya wanita yang menunggu, dan baru saja kau bilang kami saling menunggu? jika begitu kami tak berjodoh, aku tak ingin hidup bersama wanita.."

dan kau pun tertawa menyimak kalimatku, begitu pun aku. kau dan aku sama-sama tak pernah mengerti apa yang akan dikatakan logika.
"kau tetap menjadi wanita yang lebih memilih menggunakan logikamu dari pada hatimu, bie"
"dan kau selalu lupa perihal penipu, pencuri dan pembunuh"



tertawa, kita kembali menertawai hidup selagi sempat dan belum terlambat

Kamis, 08 Maret 2012

judul

"trus tar judulnya apa?"


.. selain pertanyaan "apakabar?" ternyata aku juga tak mampu menjawab kalimat tanya yang satu ini.


lima menit, yaa.. jika saja pertanyaan ini berjenis pilihan ganda bukan essay. aku tak ada ide untuk memberi judul, jawabku kala itu.


"katakan apa saja yang ada dibenakmu kali ini"
"aku tak tahu.. aku tak berteman akrab dengan judul, aku hanya mampu memutuskan isi cerita bukan judul dari sebuah cerita"
"bagaimana jika kau mulai berteman akrab dengan judul? coba saja dulu.. pada akhirnya isi cerita akan mengikuti judul to?"


miris.


isi cerita akan mengikuti judul.. aku menelan kalimat itu bulat-bulat. tak bisakah aku membalikkan situasi ini? aku ingin judul mengikuti apa yang dikatakan isi. aku ingin.


"jadi begini.. menurutmu kita ini apa?"
"teman"
"okeh.. judul dari hubungan kita ini adalah teman, begitu?"
"yupp.."
"apakah menurutmu isi hubungan kita ini sudah benar-benar diporsi teman?"
"yupp.."
"see... kau berhasil memberi judul! ayoo beri judul untuk yang lain.."
, tawamu kala itu. kau seperti sedang menyaksikan tikut got yang baru saja masuk ke dalam perangkapmu dengans empurna. siyaalll..



kau menertawakan logikaku yang menguap dari berserakan di udara. logikamu menyublim, bie!, kelakarmu semakin menjadi. dan kita pun tertawa bersama-sama.


"kau tahu.. kali ini aku melihatmu sebagai seorang penipu, kau bukan lagi wanita yang mengusungkan nilai sebuah kejujuran. kemana seorang bie yang (katanya) apa adanya itu?"
"dia sudah mati diawal tahun kemarin.."
"siapa yang membunuhnya?"
"seorang lelaki yang sempat mencuri semua miliknya, kali ini ia datang bukan sebagai seorang pencuri melainkan sebagai seorang pembunuh"
"judul kisahmu adalah matinya seorang penipu yang telah dibunuh seorang pencuri, begitu?"

"hahaha.. kau terlalu lantam untuk memberi judul dikisahku"
"bukan begitu.. aku hanya terlalu cemas kisahmu berakhir seperti kerupuk jengkol. melempem dan hanya meninggalkan bau yang tak sedap."
"sudahlah, jika aku atau dia tak jua berkenan memberi judul untuk episode kali ini.. biar Ilahi yang memberikannya... aku bisa apa. kau bukan bagian dari kisah kami, pun dengan pembunuh residivis itu."




Rabu, 07 Maret 2012

home run

apa yang ada dalam benakmu ketika ku katakan: home run!




pernah melihat pertandingan softball?
beberapa waktu yang lalu bie melintas didaerah senayan, tepatnya di depan sebuah mall terdapat sebuah lapangan hijau. bie pernah beberapa kali menemani keponakan bie berlatih dilapangan itu. menyaksikan mereka berlatih, awalnya membosankan.. namun ada hal yang menarik disana.


sebelum mereka mulai berlatih, awalnya mereka akan melakukan pemanasan terlebih dahulu. kemudian secara bersamaan mereka akan berlatih strategi demi strategi lalu dilanjutkan dengan pertandingan dalam group dan nantinya akan ada pertandingan antar group dan akhirnya menghasilkan: pemenang !


begitu pun dengan hidup...


sore itu, seraya menikmati sepiring somay dan menyesap secangkir kopi instant dari gelas plastik dipinggir jalan.. jauh dari tepi lapangan, sayup-sayup bie mendengar mereka berteriak: home ruuuuuuuuuuunnnnnnnnnnn !!!


ada semangat
ada sukacita
dan jangan lupakan... akan selalu ada yang kecewa


luapan semangat mereka ketika berseru membuat bie berhenti menikmati senja. home run. satu hal yang membuat bie tergelitik kala itu... untuk mendapatkan home run, mereka harus disiplin berlatih, bekerja sama dan strategi. untuk menghasilkan home run ada gerakan yang cukup menarik perhatian bie kala itu. gerakan tangan ketika memukul bola dan tekanan bola hingga akhirnya melambung jauh... home run!


anggap saja kita ada ditengah-tengah lapangan tersebut, bukankah kita pun akan turut larut dalam semangat mereka?



Selasa, 06 Maret 2012

kamuflase

'cak kow googling dulu vitamin apa yang terkandung di buah dukuh'
'ndak tau, why?'
'gegara makan buah dukuh, sakit kali perutku..'
'oOo.. itu sifatnya asam, cak kow netralkan dengan yang bersifat basa'
'dukuh itu manis, tauk..'
'iya tapi sifatnya asam, lambung sudah berlebihan menerima yang bersifat asam. cak kow netralkan dengan buah yang bersifat basa. semangka, pepaya.. air putih pon tak ada rasanya tapi ada yang bersifat asam, basa/ alkali dan juga netral'
'oOo.. baiklah'


sifat dan rasa seperti sebuah kamuflase.


'menurutku semua penulis itu tidak jujur..'
'kenapa?'
'karena apa yang mereka tulis pasti ada yang dikurangi dan ada yang dilebih-lebihkan..'
'bagiku di dunia ini tidak ada yang abadi, tidak ada yang adil dan tidak ada yang namanya kejujuran..'


penampilan pun termasuk kamuflase


'hari ini kow tak buat status?'
'bukan tak buat, tapi belum buat. kenapa?'
'aah kow ini, selalu tanya kenapa! cak kow buatlah biar ada yang ku tertawakan..'
'dan sebelum klen tertawakan status awak, sudah duluan awak menertawakan klen.. status macam itu pon klen tunggu, acem tak ada duit klen beli bacaan yang bermutu'


pun termasuk apa yang 'menurut' kita itu bagus adanya, kamuflase


.. kamuflase, ehmm... aku sempat tak nyaman dengan istilah yang satu ini. seakan-akan orang yang sebut 'kamuflase' di depan hidungku, sebenarnya ingin mengatakan: 'aahh.. kau beralibi! alasan semata!' atau dengan kata lain orang tersebut tak percaya dengan tindakanku kala itu. miris. cukup menyakitkan. tinggalkan saja orang itu. sederhana namun tak berkembang (n_n)


tapi ada disuatu masa aku terlibat pembicaraan dengan seorang teman..
'tros napa tak kow bel dia lagi?'
'aaah malas, apa pulak tros awak dibilang kamuflase..'
'haha..bodo kow, mana tau orang yang bilang kow kamuflase semata itulah yang sedang berkamuflase'


dan aku pun tertawa, kali ini aku sependapat dengannya. maling teriak maling, sepertinya.




salam kamuflase 


     

    (n_n)

Senin, 05 Maret 2012

taraa (n_n)

*menyesap kopi dingin disiang hari


akhirnya postingan pertama ditaman ini. sekian lama... ehmmm harus posting yang bermutu inih ceritanya. *alamat kiamat!


*sebenernya si saiah binun mau posting apa, tiwas salah lagi  •(⌣_⌣”)•


pineeeliii... aahh cuman bisa bilang kata itu. tiga bulan ndak curhat disini, waah.. wahh.. waah... bisa gitu si saiah hidup tanpa curcol? hohoho... ndak mungkin !!!

sebenernya sih saiah curhat dilapak sebelah, dan sempat menutup taman ini 


(dengan sengaja) dan akhirnya lupa "kata kunci" untuk membukanya. kebiasaan buruk ! (≠ ˘͡︻ ˘͡)

hingga pada suatu sore dibulan februari tahun dua ribu dua belas, taman ini pun dibuka kembali. dan... taraa, tak berapa lama beberapa teman di kota sebelah mengumpulkan puzzle demi puzzle ditaman ini. bagaimana teman-teman, sudahkah kalian menyusun puzzle dengan susunan yang tepat ditempat yang tepat? 
("`▽´)-σ (˘̶̀•ِ•˘̶́ ')

ada pun yang membantu si saiah menemukan "kata kunci" yang sempat berselema'an adalah bang nich. you know what... *aseekk, lagaknya sok english*, si saiah ketemu si abang yang satu itu disebuah "moment kebersamaan" yang manusianya tak satu pun si saiah kenal. modal nekat!

jadi ceritanya sewaktu saia berkelana di kampung sendiri walau pun serasa seperti seorang pendatang, si saiah pun mencari kesibukan dan mencari teman dan akhirnya lupa mencari jodoh. *eaaa, coding kaakaaa

okay.. kembali ke cerita awal bertemunya si abang yang satu ituh. begitu melihat si abang yang satu ituh si saiah hanya berpikir satu : setaaan !!

no..no.. noo... tidak ada yang salah dengannya, sama sekali dia tidak bersalah. masa lalu yang membuatku menyebut kata itu. okay.. tak usah pula kita lampirkan kisah mana yang membuatku memaki kala itu. dan taraaaa..... (n_n)

sebenernya banyak kandidat yang bersedia memecahkan da vinci code si saiah tapi entah mengapa ndak percaya juga memberikan access masuk ke taman ini. hingga suatu sore, si abang satu itulah yang saia minta menemukan "kata kunci" yang sempat berhamburan


Jumat, 02 Desember 2011

jujur (terkadang) penting

hari ini aku menunggu seorang teman untuk jujur. setidaknya jujur pada dirinya sendiri...

ini hanya sebuah cerita tentang avatarnya..

percaya tidak percaya, saia adalah seorang manusia yang gemar menarik kesimpulan sendiri terhadapa avatar apa yang sedang orangorang pakai. ehmm seperti sedang menggambarkan emosi mereka

anda boleh saja berbohong dengan segala macam caranya. diperbolehkan. tapi tidak dengan emosi anda yang mengundang kesimpulan dibenak saia.

.. bicara tentang kejujuran yang singgah diminggu kali ini adalah cerita tentang hujan buatan dan awan

.. aku tak bisa mencintainya, ve. ujar awan padaku beberapa senja yang lalu. entah apa yang membuatnya datang padaku dan memperkatakan hal itu. dan kalimat itu ku terima dan ku simpan. bukan untuk berikan kepada hujan buatan atau apa pun itu. uang ada pikiranku hanyalah satu, kenapa harus awan, hujan buatan atau apalah itu? kenapa bersinggungan dengan langit? kenapa tak sekalian kaw sebut dirimu pelangi(ku) (︶︿︶)

lalu apa yang membuatmu datang padaku dan berkata seperti ini? datanglah padanya, bukan padaku. aku tak dapat memberikan respon apa pun padamu, ujarku kala itu. aku hanya ingin jujur pada keadaanku. walau aku tahu, aku masih berusaha untuk jujur pada diriku sendiri. aku tak ingin menjadi manusia yang seperti kaw bilang, ve. si romantis yang sadis namun bersikap manis. dan aku hanya dapat tertawa miris sambil meringis... bukankah itu memang sudah kodrat kaum ?

tapi demi apa kaw jujur padaku? demi rasa bersalahmu? rasa bersalahku? rasa bersalah kita? bagaimana dengannya? apakah kita tak dapat menggunakan rasa bersalah itu untuknya?
tapi sudahlah...
diantara semua kejujuran dan perkataanmu, ada sebuah janji yang kau ucapkan. dan harapku, ini bukan sekedar janji seperti yang kaw katakan pada hujan buatan kala itu. tak usah ucapkan janji itu pada rumah siputku atau dihadapan korneaku. tak usah...
berdirilah dihadapan cermin, dan katakan padanya agar cermin dapat memantulkan hingga ke selsel dalam tubuhmu itu. itu saja.

.. jujur terkadang penting. terkadang tak senikmat rendang :)