Kamis, 20 September 2012

kepada kamu.

taraa.. selamat sore kamu, yang tak lagi membalas pesanku (n_n)

ah, mungkin ia memang mampu mengalihkanmu dariku. tak apa. selamat bersenang-senang bersamanya. suatu hari nanti jika kau tak senang, ada doaku yang menyertaimu agar kau tetap senang.

ehm, dari mana bie mulai pembicaraan ini? aku merindukanmu. itu saja. ya, hanya itu yang ingin bie sampaikan padamu.

cerita lainnya adalah, kemarin ada sebuah berita yang tiba dirumah siput bie. entah itu nyata atau rekayasa. maaf, untuk semuanya.

untuk setiap amarah yang tak bertuan, untuk setiap kalimat yang tak bertuhan.

apakabarmu sesorean ini?
aku merindukanmu sejak matahari terbit hingga terbenam.

diluar sana, mereka masih saja membicarakan pempimpin baru dikota ini. ya, kota dimana aku menginjakkan kakiku.
didalam sini, aku masih saja membicarakan kamu sebagai pemimpin dihidupku. ya, kamu adalah dimana aku akan berhenti.

bilakah pesanmu kembali tiba dihadapanku?
aku rindu menulis puisi. aku rindu kamu.

namun, jika ia yang kau puja lebih merindukanmu.. akan ku beritahu kau sebuah hal. untuk mencintaimu harus menjadi aku.


Tidak ada komentar: