Selasa, 12 Juni 2012

bijak bajik

untuk meminimalkan salah pengertian dan sikap menarik kesimpulan sepihak, maka akan bie jelaskan defenisi dari judul/topik kali ini.

bijak bajik
1. bijak: menggunakan akal budi
2. bajik: perbuatan baik

secara umum, bie hanya ingin memberitahukan kepada orang-orang yang sedang terlibat dikasus kali ini. fyi, yang sedang tersandung kasus bukan bie hanya saja mau tidak mau bie terlibat di dalamnya karena "terjebak labirin". okey, kembali ke point dari topik ini adalah: hendaklah menyikapi kasus ini secara bijak dan juga bajik. itu saja.

baiklah, hanya itu yang dapat bie jelaskan.

kali ini bie sedang mengusut sebuah kasus yang cukup menguras energy bie, sedikit dilema karena terdakwa kali ini benar-benar melakukan kesalahan dan bie harus secara bijak menyikapi hal ini.

akhir pekan lalu bie sudah punya rencana ingin melakukan hal apa dan akan bagaimana, namun di menit terakhir bersiap-siap mengakhiri jam kerja sebuah pesan masuk ke bendatakbergerak bie yang berisi: "kau urus dia, beri hukuman seberat-beratnya".

wew..
menghukum?
wah.. ada apa ini?

dan keterlibatan bie pun dimulai bersamaan bie membatalkan jadwal trip bie untuk menikmati akhir pekan. sepagi mungkin bie pergi ke kota sebelah, bukan untuk berlibur. mengusut hal ini dari akar dan mempertimbangkan semua pertanyaan, sikap, airmuka dan juga ucapan. berusaha sedemikian rupa untuk tidak panik (karena jujur saja, bie cukup mangkel dengan membatalkan wiken bie dan juga mendengar kasus ini. how can, silly!!!). dan entah kenapa, kala itu bie bisa berusaha tenang walau pun mulai agak susah mencari oksigen. alias sesak nafas.

selama perjalanan menuju kota tersebut, bie menggunakan waktu bie dengan mengatur hal ini sedemikian detail. dan hari ini bie akhirnya menyadari, buah jatuh bisa saja jauh dari pohonnya :p

eh ada apa?
yaa.. abah dan emaak ternyata begitu emosi mendengar hal ini. mereka tak mampu berpikir secara jernih dan bie masih bisa menjaga keseimbangan daya pikir bie.

atau
ini efek dari rasi bintang? begitu penuh pertimbangan.
*cmon bie.. logis sikit!

okey, kembali ke topik.
kasus kali ini memang mau tak mau membawa bie sebagai pembandingnya. yup, entah memang sudah tradisinya setiap ada kesalahan selalu ada pembanding, semisal:
"lebih baik rupanya ngurus si bie ini dari pada.. bla.. bla.. bla..."
atau
"tengoklah si bie itu, tanya dia mana pernah bla.. bla.. bla.. bla.."

okay.. terimakasih pujiannya sodarah, hanya saja bijaklah kita untuk tidak menggunakan hal lain sebagai pembanding atau menjatuhkan harga diri lainnya.

setiap kesalahan selalu ada kedisplianan
yupp, bie lebih focus untuk mendisplinkan terdakwa dari pada mengungit kesalahannya. salah ya salah, dan harus ada konsekuensi kesalahanmu itu. disiplin.


begitulah cara bie di didik oleh banyak orang. ternyata ini sangat menguntungkan bie di masa sekarang ini. sedangkan terdakwa di didik dengan penuh kemanjaan, begitu melihat bie dia serasa akan di hukum mati. panik. ya dia begitu panik kala itu, namun bie berusaha untuk bijak bajik mengusut kasus ini. pegang ekornya, bukan kepalanya :)

kau ingin meronta?
silahkan
karena bie sudah bersiap diri dengan segala efek sampingnya.

abah dan bie sempat tak sepaham dengan jalan pikir bie, namun begitu bie menjelaskan maksud dan efek samping semuanya ini akhirnya mereka sepakat.

dulu bie memang pernah menyesal dan kesal karena tak di asuh oleh abah dan emaak. terlalu banyak tangan di masa pertumbuhan bie. tapi ternyata sekarang sudah menerima hasilnya. didikan keras itu setidaknya menjadi modal bie berjuang diantara kejamnya ibukota.

sempat kesal dengan segala tuduhan ini itu
tapi abah dan alm. patua bilang: kalau memang tak melakukan hal itu ya tak usah marah, buktikan pada dunia kalau tak seburuk apa yang mereka katakan. tak usah permalukan dirimu.. tak ada untungnya. permalukan mereka dengan prestasimu dengan sikap budimu. itu saja.

dan kala itu bie hanya manut. bie memang pemberontak, tapi pemberontak bijak dan berontaklah dengan bajik.

terdakwa kali ini cukup bebal bertopeng kelemahannya. yeah, bie seperti sedang menghadapi seekor pacet. tampak lemah padahal begitu ada kesempatan ia akan menghisap darah bie. waspada saja.

dan kemarin sebelum meninggalkan terdakwa dan kota itu bie sempat berpesan. kesalahanmu ini akan kau bawa hingga beberapa tahun mendatang. perjalananmu masih panjang, jika kau tak mau dihantui dengan 'label negatip' ubah sikapmu. salah ya tetap salah hanya saja masih ada waktu memperbaiki diri sendiri selama kau hidup. pendapat orang itu bukan menjadi bagianmu, buktikan saja pada dirimu kau bisa berubah maka orang-orang akan melihat hasilnya darimu nanti. hendaklah bijak dan berlakulah bajik.

Tidak ada komentar: